Kota Malang
Kaji Perubahan Trayek Angkot, Dishub Kota Malang Sebut Kawasan yang Belum Terlayani Jadi Prioritas

Memontum Kota Malang – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang tengah menyiapkan kajian rencana rerouting atau penataan ulang trayek Angkutan Kota (Angkot), yang telah digunakan selama puluhan tahun. Salah satu fokusnya, adalah memperluas jangkauan layanan Angkot ke kawasan permukiman yang selama ini belum terlayani transportasi umum.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan bahwa kajian rerouting atau penataan ulang trayek angkot telah disiapkan dan dibahas bersama para pelaku angkutan kota. Saat ini, rencana tersebut tinggal menunggu pematangan sebelum disahkan.
“Kami sudah siapkan kajiannya. Rute-rutenya sudah ada dan sudah kami diskusikan dengan teman-teman angkutan kota,” ujar Jaya-sapaannya, Kamis (04/06/2026) tadi.
Dikatakan Jaya, salah satu tujuan utama rerouting yakni untuk menjangkau kawasan permukiman yang selama ini belum dilalui Angkot. Diantaranya, sejumlah wilayah di Sawojajar dan Cemorokandang yang kini berkembang menjadi kawasan padat penduduk.
Baca juga :
“Selama ini angkot di kawasan Sawojajar hanya melintasi ruas jalan utama seperti Jalan Danau Toba. Kita coba bisa menjangkau yang ada di dalam jalan lingkungan, seperti Danau Tempe, Danau Sentani dan lainnya belum ada. Begitu juga Cemorokandang yang sampai sekarang belum terlayani,” katanya.
Meski begitu, Dishub Kota Malang belum membeberkan secara rinci trayek-trayek baru yang akan diterapkan. Termasuk kemungkinan adanya pengurangan atau penyesuaian rute lama yang dinilai sudah tidak lagi efektif.
“Sangat mungkin ada penyesuaian. Bukan dihapus, tetapi dioptimalkan. Kalau ada yang dirasa tidak perlu, nanti disesuaikan lagi,” tambahnya.
Lebih lanjut, evaluasi trayek menurutnya juga perlu dilakukan, mengingat sebagian besar rute angkot yang ada saat ini masih mengacu pada penetapan tahun 1989. Padahal, perkembangan wilayah Kota Malang dalam lebih dari tiga dekade terakhir telah mengubah pola pergerakan masyarakat dan pusat-pusat permukiman baru.
“Trayek yang ada sekarang ini kan dibuat tahun 1989. Sementara kondisi kota sudah banyak berubah,” imbuh Jaya. (rsy/sit)










