Kota Malang
Enam Jabatan Strategis di Pemkot Malang Kosong, Wali Kota Sebut Pengisian Tunggu Evaluasi

Memontum Kota Malang – Sebanyak lima Jabatan Tinggi Pratama (JTP) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, hingga kini masih diisi oleh pejabat pelaksana tugas (Plt), sementara satu jabatan lainnya ditempati pelaksana harian (Plh). Untuk mengisi posisi definitif, Pemerintah Kota Malang tengah menyiapkan langkah strategis.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa saat ini tengah dilakukan asesmen terhadap para pejabat. Hasil asesmen tersebut, nantinya akan menjadi dasar evaluasi kinerja sekaligus pertimbangan pengisian jabatan.
“Kita sedang melaksanakan asesmen. Dari asesmen ini saya bisa melihat kinerja masing-masing pejabat, lalu melakukan evaluasi. Bulan Agustus ini tepat enam bulan masa jabatan saya, setelah itu saya akan melakukan evaluasi menyeluruh,” kata Wali Kota Wahyu, Sabtu (24/08/2025) tadi.
Kemudian, dikatakannya bahwa hasil asesmen akan digunakan untuk proses job fit, yakni penempatan pejabat sesuai kompetensi dan potensi. Setelah itu, jabatan yang kosong akan diisi dengan sistem shelter atau promosi dari pejabat yang sudah melalui seleksi.
Baca juga :
“Pertama nanti kita job fit kan dahulu dan pergeseran Eselon II. Setelah itu, posisi yang kosong kita Selter (seleksi terbuka) kan,” ujarnya.
Dalam proses pengisian jabatan definitif, lanjutnya, kemungkinan besar akan berlangsung pada tahun 2025 ini. Termasuk nantinya, untuk satu posisi Asisten Daerah.
“Insyaallah 2025. Karena nanti ada tambahan juga untuk posisi Asisten I. Jadi sementara ini tetap dengan Plt, sambil kita lihat kinerjanya, karena saya sendiri juga belum genap satu tahun menjabat,” tambahnya.
Terkait peluang Plt menjadi pejabat definitif, menurutnya itu bisa terjadi. Tentu selama kinerjanya baik dan lolos proses job fit, peluang tetap terbuka.
“Bisa, kenapa tidak. Apakah Plt-nya nanti di situ atau tidak, itu nanti kita lihat dari hasil job fit dan shelter,” imbuh Wali Kota Wahyu. (pro/rsy/sit)










