Kabupaten Malang
Kurang Baca Materi Pelajaran, Soal Essai Masih Jadi Kendala Pelajar

Memontum Malang — Sekolah Menengah Pertama Negeri Ngantang 1 Kabupaten Malang soal masih mengeluhkan soal essai sebagai kendala. Ini karena siswanya kurang berminat membaca mata pelajaran. Durianto, Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri Ngantang 1 menjelaskan, persiapan untuk menghadapi ujian nasional benerapa gurunya mempersiapkan dengan membentuk tim sukses ujian nasional berbasis komputer.
Lembaganya dalam mempersiapkan anak didiknya dengan membagi dua kelompok yakni kelompok kelas uper dengan diisi siswa-siswi nilai rangking teratas dan ranking bawah atau disebut kelas lower dengan nilai-nilai rendah yang memerlukan pembinaan khusus dan kelas reguler dengan metode klasikal.
Peserta ujian Tryout Kabupaten Malang ini SMPN Ngantang 01 diikuti kelas 243 peserta yang terbagi dalam sebelas rombongan belajar. SMPN Ngantang 01 dalam ujian nasional berbasis komputer akan membagi tiga sesi dimulai dengan sesi pertama pukul 08.00-10.00 , sesi kedua 11.00-13.00 dan sesi tiga pukul 14.00 – 16.00 dimana sebagai simulasi besok ada tryout kabupaten yang akan berlangsung.
Saat ini lembaganya belum menemukan soal pilihan. Tetapi soal esai masih ada kendala sedikit di pemahaman. Karena minimnya membaca literatur.
“Tryout Kabupaten Malang masih obyektif. Nanti di USBN rencananya banyak soal essai,” ujarnya.
Harapannya, masyarakat Kecamatan Ngantang yang mempunyai potensi sebagai sekolah tua bisa meningkatkan prestasi ke depan dan bisa menambah kesadaran akan pentingnya dan perlunya pendidikan untuk kemajuan Kecamatan Ngantang.
Sedangkan, Suroso, Kepala Sekolah Dasar Negeri Sumberkerto 02 Pagak menambahkan, dalam mempersiapkan peserta didiknya dengan menambah pelajaran atau les. Setelah proses belajar mengajar mulai pagi 06.00-07.00 sedangkan siang mulai 12.30-14.00 setiap hari dengan materi soal kisi kisah dan essai.
Dalam meningkatkan mutu pendidikan dan nilai di SDN Sumberkerto 2 dengan drill kisi-kisi soal dengan peserta les kelas enam ada 25 siswa. Hasil evaluasi di beberapa tryout, target yang diharapkan dengan nilai yang baik dan kendala persoalan bahasa ibu sebagai kendala para guru dalam menyampaikan materi soal pelajaran. (met/nay)
















