Kota Malang

Masuk 75 Besar ADWI 2023, Wali Kota Malang Optimis Kampung Kayutangan Heritage Jadi yang Terbaik

Diterbitkan

-

Masuk 75 Besar ADWI 2023, Wali Kota Malang Optimis Kampung Kayutangan Heritage Jadi yang Terbaik

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji, didampingi Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, mendampingi tim penilai Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf RI) di Kawasan Kampung Kayutangan Heritage, Kota Malang, Sabtu (15/04/2023) pagi.

Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan jika Kawasan Kampung Kayutangan Heritage, Kota Malang, kini masuk dalam 75 besar ADWI 2023, dari 4 ribu desa di seluruh Indonesia yang mengikuti. Bahkan, untuk kategori kota se-Indonesia, hanya ada empat kota yang salah satunya Kota Malang.

“Alhamdulillah, kita masuk dalam 75 besar ADWI 2023. Bahkan, untuk kota se-Indonesia itu hanya ada empat, semuanya itu desa. Karena wisata yang ada di titik kota dengan berbasis pada upaya masyarakat untuk membangunkan, itu tidak mudah. Di sini komponennya masuk semua,” kata Wali Kota Sutiaji, seusai mendampingi tim penilai.

Kemudian, dikatakannya, jika tim penilai tersebut melakukan kunjungan secara langsung, untuk memverifikasi data yang telah dikirimkan. Seperti melakukan pengecekan sarana prasarana yang ada, dan tiga komponen dasar.

Advertisement

“Sekarang ini dilihat benar tidak data yang sudah dikirimkan itu sesuai dengan disini. Jadi seperti nilai daya ungkitnya gimana, jumlah kunjungannya, oleh-olehnya, fasilitas homestay, toiletnya dan mempromosikannya gimana, ini dilihat,” ujarnya.

Ditambahkannya, jika beberapa komponen yang dimiliki oleh Kawasan Kampung Kayutangan Heritage Kota Malang, itu mulai dari sisi sejarahnya ada, kenyamanan hingga lingkungannya. Bahkan, juga kawasan yang sudah tertib dan bersih.

Baca juga :

“Tentu untuk membangun semuanya itu tidak mudah. Orang-orang datang berkunjung ke Kayutangan Heritage inikan juga untuk bernostalgia, menganggap kawasan tempo dulu, daya ungkitnya di kampung ini tinggi, perbulan bisa sampai 5 ribu. Kalau di kawasan koridor, rata-rata sampai 30 ribu,” paparnya.

Pria berkacamata ini, menambahkan jika pihaknya selalu optimis dan berpositif thingking untuk penilaian Kawasan Kampung Kayutangan Heritage tersebut. Bahkan, dorongan untuk mengembangkan kawasan tersebut terus dilakukan.

Advertisement

“Saya selalu optimis dan selalu berpikiran positif, yakin, kita bisa. Dorongan pun juga terus kita berikan, tetapi juga berproses. Nanti branding kita kuatkan, tour guide nya kita kuatkan, dan nanti ini juga menjadi satu kesatuan paket wisata di wilayah Malang Raya,” beber Wali Kota Sutiaji.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, mengatakan jika penilaian tersebut juga menjadi bukti bahwa Kota Malang berkomitmen untuk membangun kota pariwisata. Pihaknya berharap, dengan penilaian tersebut bisa mendapatkan hasil yang terbaik.

“Kami optimis, karena dari sisi kategori penilaian itu kami sudah masuk semuanya. Juri juga tetap obyektif, tapi kami punya keyakinan bisa meraih yang terbaik,” tutur Baihaqi.

Lebih lanjut dikatakan, jika sebelumnya ada 4.573 desa se Indonesia yang mengikuti ADWI 2023. Kemudian Kota Malang, masuk dalam 500 besar, berlanjut 300 besar, dan masuk 75 besar. Kemudian, dari penilaian tersebut nantinya masuk dalam kategori 10 besar dan kategori favorit.

Advertisement

“Mudah-mudahan Kota Malang ini menjadi yang favorit. Ini yang masuk 75 besar berpotensi dikunjungan oleh Mas Menteri bersama keluarganya. Insyaallah besok,” imbuh Baihaqi. (hms/rsy/sit)

Advertisement
Lewat ke baris perkakas