Berita Nasional
Mentan Syahrul Yasin Limpo Panen Padi Aplikasi Biosaka di Kabupaten Blitar

Memontum Blitar – Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo, melakukan panen padi aplikasi Biosaka di Desa Tegalrejo, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Kamis (10/11/2022) tadi. Di lokasi itu, Mentan Syahrul Yasin Limpo, dengan menggunakan udeng Cakra Palah, langsung menaiki mesin pemanen padi dan menjajal memanen padi secara langsung dengan didampingi Bupati Blitar, Rini Syarifah.
Pada kesempatan tersebut, Mentan juga mempraktekkan pembuatan Biosaka bersama 500 petani Kabupaten Blitar. Biosaka dibuat, dari segenggam lima jenis rumput segar dan sehat, kemudian dicampur dengan 2 liter air di dalam wadah kemudian diremas dengan tangan. Hasilnya, kemudian disemprotkan ke tanaman.
Baca juga :
- Gubernur Jatim Tinjau Gelaran Pasar Murah di Banyuwangi
- Bupati Malang Terima Kunjungan Kapolresta Malang di Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan di Gate 13
- Anggota Satgas TMMD Kediri Beri Materi Wawasan Kebangsaan untuk Siswa MI Al-Munir
- Gubernur Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp 5,26 Miliar untuk Masyarakat Banyuwangi
- PBB 2026 Kota Malang Resmi Dibuka, Tak Ada Kenaikan dan Pembayaran Kian Praktis
“Hari ini, saya diajarkan oleh petani Blitar membuat elisitor atau bahan campuran pupuk melalui Biosaka. Biosaka, sumbernya adalah tumbuhan yang berasal dari alam dan dikembalikan ke alam. Melalui rumput-rumput sekitar, ternyata mampu memberi efektivitas,” kata Syahrul Yasin Limpo.
Sementara itu, Bupati Rini Syarifah mengatakan, Biosaka di Kabupaten Blitar diterapkan sejak tahun 2019. Saat ini, telah ada 12 ribu hektar lahan yang menggunakan Biosaka. Khusus di Desa Tegalrejo, Biosaka diaplikasikan di 57 hektar lahan.
“Biosaka ini bukan pupuk bukan pestisida. Namun, Biosaka adalah sebuah elisitor bagi tanaman untuk tumbuh dan berproduksi lebih bagus. Sehingga lebih hemat pupuk hingga 60 sampai 70 persen,” kata Bupati Rini Syarifah. (jar/sit)
















