Hukum & Kriminal
Pencarian Empat dari Total Enam Korban Tanah Longsor Trenggalek Berhasil Ditemukan

Memontum Kota Malang – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan dan mengevakuasi seluruh korban bencana tanah longsor di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Sabtu (24/05/2025) tadi. Seluruh korban yang dimaksud, yakni empat jenazah dari total enam korban, yang merupakan satu keluarga.
Sebelumnya atau Kamis (22/05/2025) lalu, sebanyak dua korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal. Sedangkan dalam upaya pencarian hari ke lima atau Jumat (23/05/2025) kemarin, langkah maksimal petugas tidak membuahkan hasil.
Sementara dalam upaya pencarian Sabtu tadi, Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban ketiga sekitar pukul 13.15. Disusul kemudian, korban keempat ditemukan pada pukul 14.12, korban kelima ditemukan pada pukul 14.32 dan korban keenam ditemukan pada pukul 14.47.
Sebagaimana diberitakan, tanah longsor tersebut terjadi pada Senin (19/05/2025) dini hari. Akibat kejadian itu, tiga rumah tertimbun material tanah longsor. Kejadian ini, juga menyebabkan enam korban yang merupakan satu keluarga tertimbun matrial tanah longsor. Dua korban pertama yang berhasil ditemukan, yaitu Yatemi (65) dan Misinem (82), yang ditemukan pada hari keempat operasi pencarian. Empat korban lainnya yakni Torik (2), Nitin (36), Tulus (65), dan Yatini (50), ditemukan pada hari keenam atau tadi.
Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Kelas A Surabaya, Didit Arie Ristandy, mengatakan proses evakuasi keempat jenazah korban yang ditemukan hari ini memakan waktu cukup lama, karena kondisi keempat jenazah juga tertimbun material longsor cukup dalam.
Baca juga :
Setelah berhasil dievakuasi, selanjutnya keempat jenazah korban diserahkan oleh Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR kali ini, kepada Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki.
Selanjutnya, keempat jenazah korban dibawa ke RSUD dr Soedomo Trenggalek guna proses identifikasi oleh petugas yang berwenang. “Kami belum bisa memastikan identitas keempat jenazah korban, karena proses identifikasi perlu dilakukan oleh Tim Inafis,” terang Nanang.
Sebelumnya dalam upaya pencarian para korban, Tim SAR gabungan telah mengerahkan sebanyak dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama yang dikoordinasikan Basarnas, melakukan pencarian korban di lokasi yang dimaksudkan oleh saksi mata dari keluarga korban dan titik perkiraan SAR Dog dari unit K9 Polda Jatim, dengan menggunakan excavator.
Pada saat yang bersamaan, SRU kedua yang dikoordinasikan oleh unsur TNI-Polri dan potensi SAR, fokus melakukan upaya normalisasi jalur yang digunakan untuk evakuasi jika menemukan korban.
Selama proses pencarian dilakukan, ada tim safety officer yang melakukan pengawasan keamanan seluruh personel tim SAR gabungan yang tergabung dalam SRU pertama dan SRU kedua. Safety officer ini akan memberikan peringatan jika ada tanda-tanda bahaya yang dapat mengancam keselamatan seluruh personel yang sedang melakukan pencarian.
Sejumlah pihak ikut terlibat dalam proses pencarian hingga evakuasi korban, diantaranya Kantor SAR Kelas A Surabaya, Tim Asistensi dari DItops Basarnas, BSG, Polres Trenggalek, Sat Brimob, Polda Jatim, Unit Satwa K9 Polda Jatim, Unit Inafis Polda Jatim, Unit DVI RS Bhayangkara Polda Jatim, Kodim 0806, BPBD Prov Jatim, BPBD Kabupaten Trenggalek, BPBD Kabupaten Jombang, Tagana, Polsek Bendungan, Koramil Bendungan, SAR Dog Indonesia, Dinkes, SAR MTA, Dinas PUPR, PLN, Rumah Zakat, LMI, Dompet Dhuafa, Baznas, SARSU, Hujung Galuh Rescue, MDI, SAKA SAR, RAPI, MDMC, warga sekitar dan sejumalh organisasi potensi SAR lainnya. (hms/gie)















