Kota Malang

Satu Linmas Meninggal Usai Bertugas di Pilkada 2024, Pemkot Malang Salurkan Bantuan

Diterbitkan

-

TAKZIAH: Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, bersama jajaran Pemerintah Kota Malang saat takziah ke rumah Satlinmas, Almarhum Suyono, yang meninggal dunia usai bertugas dalam Pilkada serentak 2024. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, bersama dengan jajaran Pemerintah Kota Malang melakukan takziah ke rumah salah satu Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), Almarhum Suyono, yang meninggal dunia usai bertugas dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2024, di Jalan Tebo Selatan, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jumat (29/11/2024) tadi.

Pria yang kerap disapa Iwan, itu menyampaikan jika sebelumnya almarhum sempat mengalami keluhan mengenai kesehatannya saat menjaga di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kemudian, dilarikan oleh petugas kesehatan yang ditempatkan di masing-masing TPS untuk dibawa ke Rumah Sakit (RS)

“Dari laporan yang kami terima tadi, ternyata pada saat bertugas, almarhum sudah ada penyakit yang sudah lama sejak Covid-19, terkait dengan permasalahan di paru-paru dan gulanya memang sudah cukup tinggi. Jadi pada saat bertugas mungkin kecapekan sehingga mengakibatkan hal yang tidak diinginkan terjadi, yakni meninggal dunia,” jelas Pj Wali Kota Iwan.

Dalam hal ini, Pemkot Malang juga memberikan dukungan kepada keluarga almarhum berupa santunan asuransi dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 42 juta. Selain itu, dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang juga memberikan bantuan tambahan. 

Advertisement

“Alhamdulillah asuransi BPJS sudah bisa langsung keluar hari ini, sehingga kami serahkan pada pihak keluarga bersama dengan Pak Satpol PP dan juga ada Pak Kadinkes,” katanya.

Kemudian, ditambahkan bahwa almarhum meninggalkan empat anaknya dan dua di antaranya masih bersekolah. Karena itu pihak keluarga berharap Pemkot Malang dapat memberikan dukungan pendidikan kepada kedua anaknya yang masih bersekolah tersebut.

Baca juga :

“Kami akan diskusikan hal ini, termasuk juga nantinya akan mengusulkan program bedah rumah melalui Baznas. Untuk itu, saya minta Camat dan Lurah segera menyiapkan data-data administratif yang diperlukan,” ujarnya.

Advertisement

Terkait kejadian ini, Pemkot Malang berencana akan meningkatkan pengawasan kesehatan terhadap petugas Pilkada, termasuk KPPS, PPS dan Satlinmas, selama satu bulan ke depan. “Kami ingin memastikan semua petugas tetap sehat setelah masa tugas mereka selesai. Jangan sampai ada kejadian serupa,” tuturnya. 

Pj Wali Kota Iwan juga menyebut bahwa proses skrining kesehatan telah dilakukan kepada seluruh petugas sebelum bertugas. Namun, kondisi kesehatan seseorang dapat berubah selama bekerja di lapangan. 

“Untuk saat ini, kami masih menunggu laporan jumlah petugas Pilkada yang mengalami gangguan kesehatan. Saya sudah meminta Kasatpol, Dinkes, dan Bakesbangpol untuk segera merumuskan laporan tersebut,” lanjutnya.

Sementara itu, istri almarhum, Dwi Andri Ningtyas (46), mengaku jika almarhum sudah sakit selama empat hari, dua hari sebelum pelaksanaan dan setelah pelaksanaan Pilkada Serentak. Almarhum meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Kota Malang pada Kamis (28/11/2024) pukul 16.45 WIB.

Advertisement

“Waktu sebelum coblosan beliau sempat pulang karena kondisinya sudah lemas. Padahal sudah dibilang tidak usah berangkat, tapi tetap semangat dan bilang kalau ini sudah tanggungjawabnya tidak bisa diwakilkan. Pas hari rabu itu juga sudah lemas, tapi tetap saja minta jaga di TPS. Akhirnya didatangi petugas karena sudah dilaporkan ke pihak kelurahan, terus dirujuk ke RS,” kata Dwi.

Sebagai informasi, sehari-harinya Almarhum bekerja sebagai satpam dan tukang ojek. Termasuk juga aktif di sgala kegiatan sosial masyarakat. Di mata keluarga, Almarhum dinilai sosok yang baik, pekerja keras dan selalu memenuhi kebutuhan anak-anaknya. (rsy/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas