Kediri
Tekan Inflasi Kediri, Satgas Pangan, DKPP hingga BPSDA Kepung Kabupaten dengan Operasi Pasar Desa dan Pasar Tradisional

Memontum Kediri – Menindaklanjuti lonjakan harga beras di pasaran, Pemerintah Kabupaten Kediri mulai melakukan operasi pasar dengan menyasar desa-desa dan pasar tradisional. Melalui Satgas Pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP), operasi pasar dilakukan di 28 desa dan tiga pasar meliputi Pasar Pamenang Pare, Pasar Nggringging serta Pasar Ngadiluwih.
“Kami menggelontorkan 1,5 ton tiap desa serta 8 ton per hari, untuk operasi pasar kabupaten,” terang Kepala DKPP, Tutik Purwaningsih, Kamis (16/02/2023) tadi.
Dikatakan Tutik, menindaklanjuti instruksi Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, hal ini guna mengendalikan harga beras. Sementara kegiatan operasi pasar ini, bakal digelar sampai dengan akhir Februari 2023 mendatang.
Guna memantau perkembangan kondisi harga pasca adanya operasi pasar itu, Mas Dhito-sapaan bupati, juga menginginkan adanya evaluasi mingguan. Dari evaluasi tersebut, dapat diketahui progres intervensi terhadap harga beras yang dilakukan.
Pihaknya menambahkan, untuk stok harga beras hingga jelang Ramadan di Kabupaten Kediri, dipastikan aman. Bahkan hingga saat ini, DKPP telah menyediakan 14.000 ton beras medium selama dua bulan mendatang.
Baca juga:
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
Adapun berdasarkan data yang dimiliki, untuk kebutuhan beras tiap bulannya di Kabupaten Kediri, pada kisaran 9.000 ton. “Stok aman. Kita juga bekerjasama dengan Bulog untuk ketersediaan beras,” katanya.
Dengan adanya operasi pasar yang dilakukan ini, Tutik menyebutkan telah terjadi penurunan harga beras. Untuk beras medium, harga di pasar mencapai angka Rp11.000 yang mulanya mencapai Rp12.000 perkilogram.
Selain DKPP, Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri, juga menggelar pasar murah yang menyediakan bahan pokok dan pakaian dengan harga murah di tiga titik. Selain menekan harga beras, pasar murah yang bekerjasama dengan TP PKK tersebut juga dalam rangka pengendalian inflasi daerah.
“Bagi masyarakat dengan kategori sangat tidak mampu (miskin ekstrem), Mas Bupati (Mas Dhito) akan memberikan bingkisan berupa sembako,” kata Kepala BPSDA, Dyah Saktiana.
Dari pantauan di lokasi operasi pasar, selain beras, disediakan pula minyak goreng maupun gula. Diharapkan dengan kegiatan operasi pasar tersebut, dapat berdampak positif dalam menekan kenaikan harga dan meningkatkan daya beli masyarakat.(pan/sit)
















