Kota Malang
Thisable Berdayakan Ekonomi Disabilitas Melalui Pelatihan Vokasi

Memontum Kota Malang—Dalam memperoleh pekerjaan, penyandang disabilitas seringkali merasakan hambatan. Terutama pada skill yang dimilikinya kurang sesuai dengan bidang yang dibutuhkan. Beberapa contoh kasus, perusahaan ternama membutuhkan SDM dari disabilitas, namun saat seleksi mereka tidak lolos karena skill yang dimiliki kurang mumpuni.
Menyadari hal itu, sekitar 200 penyandang disabilitas mengikuti training keterampilan secara GRATIS dari Thisable Enterprise, agar siap menghadapi inklusifitas pekerjaan yang dibutuhkan saat ini, dalam Festival Vokasi #temandisabilitas, yakni training kesiapan teman disabilitas dalam menghadapi inklusifitas di lingkungan hidup, yang dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Sosial Kota Malang, Selasa (19/3/2019).
“Awarness kepada teman-teman disabilitas mulai meningkat seiring Para Games. Namun disisi pekerjaan, teman-teman masih belum sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan karena keterbatasan skill. Kita mapping dulu teman yang hadir, nantinya akan kami berikan softskill dan capacity building. Thisable Enterprise akan mendampingi mulai dari pendidikan hingga mendapatkan pekerjaan. Berdasarkan data Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), 26 juta penyandang disabilitas di Indonesia, 60 persen masih belum bekerja,” ungkap Nicky Clara, Head of Business Development Thisable.
Thisable akan mapping mulai data pribadi, kemampuan yang dimiliki untuk ditingkatkan, pelatihan softskill hingga penempatan di perusahaan yang telah bermitra. Nicky menjabarkan, hanya 25% penyandang disabilitas di Indonesia yang bekerja, baik di sektor formal maupun informal. Sebanyak 39,9% bekerja sebagai petani, 32,1% bekerja sebagai buruh, 15,1% bekerja di sektor jasa dan sisanya bekerja di perusahaan swasta atau menjadi wiraswasta. “Alasan memilih Kota Malang, karena terbesar kedua Jatim setelah Surabaya. Tentunya peluang kerjanya lebih besar, terutama di bidang pariwisata dalam hospitality, dan kemungkinan bidang penjualan dan distribusi, literasi keuangan, dan lainnya. Menularkan dari target 2.000 database Jadebotabek, sudah 250 disabilitas yang sudah bekerja,” terang Nicky, perempuan energik penyandang daksa.
Senada, Thisable Advisor, Jonna Damanik mengatakan, pelatihan yang diberikan semacam vokasi berbasis potensi yang dipetakan lebih dulu, kemudian diberikan pelatihan, dan disalurkan. “Dari 8 literasi, hasil pemetaan peserta Kota Malang cenderung pada 3 literasi, yaitu keuangan, distribusi, dan massage. Begitu penempatan, saat on boarding kami dampingi selama 6 bulan. Selain penyesuaian dengan tempat kerja terkait akses, keamanan, juga monitoring softskill yang telah didapat,” terang Jonna, yang menyandang tuna netra.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kota Malang Dra. Pipih Triyastuti, mengatakan beberapa perusahaan membutuhkan penyandang disabilitas yang memiliki skill mampu menyelesaikan pekerjaan. Peluang ini harus di secara maksimal. “Pasti ada jalan, tinggal tekad dan doa. Contohnya tuna daksa dengan tangan yang masih bisa bekerja, tuna netra dalam memijat, tuna rungu di toko retail. Dan tentunya memiliki pengetahuan luas dan mudah menerima masukan. Berdasarkan data 2018, ada 544 anak penyandang disabilitas, dan 779 orang penyandang disabilitas di Kota Malang,” jelas Pipih, kepada awak media.
Roadshow Festival Vokasi #temandisabilitas berlangsung di 10 kota sejak 14 Maret 2019-13 April 2109, mulai Surabaya (14/3), Malang (19/3) Maret), Solo (21/3), Yogyakarta (23 /3), Kebumen (24/3), Bandung (28/3), Semarang (31/3), Cirebon (2/4), Bekasi (9/4), dan berakhir di Jakarta (13/4). Roadshow ini diinisiasi oleh Thisable Enterprise, sebuah social enterprise di bidang employment service, yang didirikan oleh Angkie Yudistia (penyandang tuna rungu) sejak tahun 2011, untuk memberdayakan ekonomi penyandang disabilitas agar dapat memperoleh pekerjaan. (adn/yan)












