Connect with us

Jember

Tokoh Agama dan Ormas Islam Jember Ajak Hormati Keputusan MK

Diterbitkan

||

Pengasuh Ponpes Al-Qodiri Jember. (ist)

Memontum Jember – Sejumlah tokoh agama dan Ormas Islam di kabupaten jember mengajak masyarakat Jember dan Jawa Timur untuk menghormati berlangsungnya sidang gugatan Pemilihan Presiden dan wakil (Pilpres) tahun 2019 dan menghormati keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Diketahui rencananya sidang perdana gugatan sengketa Pilpres 2019 ke MK yang dilakukan Calon presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto akan digelar pada Jumat (14/6/2019) mendatang.

Wakil Ketua PCNU Jember. (ist)

Wakil Ketua PCNU Jember. (ist)

Untuk itu sejumlah pemuka agama di Kabupaten Jember dan tokoh masyarakat mengajak dan menghimbau masyarakat khususnya masyarakat Jember dan umumnya masyarakat Jawa timur tidak mudah terprovokasi untuk berdemo dan menolak sidang serta keputusan MK.

Seperti halnya ajakan dan himbauan yang dilakukan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Qodiri KH Ahmad Muzakki Syah dan Wakil Ketua PCNU Jember KH Misbahus Salam.

“Saya pengasuh PonPes Al-Qodiri Jember mengajak semua pengurus pondok pesantren dan kaum Nahdliyin jangan sampai terprovokasi atau demo ke terkait Pemilu,” himbaunya.

Secara pribadi Pengasuh Ponpes Al-Qodiri tersebut anti kekerasan, maka setiap malam, di bulan ramadan dengan lima ribu jamaahnya, berdoa memohon kepada Allah SWT untuk keamanan, keselamatan bangsa dan negara Republik Indonesia.

“Bersama warga semua dan para kiai di Jawa Timur ini, bersama-sama untuk mengamankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkapnya.

Sementara itu Wakil Ketua PCNU Cabang Jember KH Misbahus Salam juga menyampaikan hal yang sama, sehubungan dengan adanya sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi.

“Kami atas nama pengurus Darus Salam Center Education Empage Institute mengajak dan menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga stabilitas keamanan dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” terangnya.

Kata wakil ketua PCNU Jember yang akrab disapa Kiai Misbah itu mengatakan Jangan sampai terprovokasi, untuk melakukan tindakan-tindakan anarkis, baik pada saat sidang di Mahkamah Konstitusi, maupun setelah adanya keputusan di Mahkamah Konstitusi.

“Mari kita serahkan sepenuhnya keputusan kepada yang ada di Mahkamah konstitusi, demi kemaslahatan negara Republik Indonesia,” tegasnya. (gik/yud/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.