Kota Malang

BI Malang Sebut Lonjakan Harga Emas Dorong Inflasi di Februari 2026

Diterbitkan

-

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Indra Kuspriyadi (tengah), bersama Deputi Bank Indonesia Malang (rsy)

Memontum Kota Malang – Kenaikan harga emas turut memberikan tekanan terhadap inflasi di wilayah kerja Bank Indonesia (BI) Malang pada Februari 2026. Selain meningkatnya permintaan bahan pangan menjelang hari besar keagamaan, lonjakan harga emas juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan inflasi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Indra Kuspriyadi, menyampaikan bahwa inflasi pada Februari tercatat sebesar 0,70 persen di Kota Malang dan 1,21 persen di Kota Probolinggo. Angka tersebut, sebenarnya sudah diperkirakan sebelumnya karena adanya peningkatan permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

“Ketika menghadapi hari besar keagamaan, biasanya permintaan meningkat, terutama untuk produk pangan atau volatile food. Saat ini kondisi tersebut juga dibarengi dengan meningkatnya harga emas,” ujar Indra, Jumat (06/03/2026) tadi.

Dikatakannya, bahwa kenaikan harga emas merupakan faktor eksternal yang tidak dapat dikendalikan secara langsung oleh otoritas daerah. Meski begitu, pergerakan harga komoditas tersebut tetap memberikan kontribusi terhadap tekanan inflasi.

Advertisement

Baca juga :

“Peningkatan harga emas ini juga sesuatu yang tidak bisa kita kendalikan secara langsung, tetapi memberikan dampak terhadap peningkatan tekanan inflasi pada Februari lalu,” jelasnya.

Menurutnya, ke depan tekanan inflasi masih berpotensi dipengaruhi sejumlah faktor global. Selain harga emas, fluktuasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) juga menjadi perhatian karena dipengaruhi oleh tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

“Kondisi geopolitik global ini tentu memberi dampak terhadap pergerakan harga komoditas, termasuk yang berpengaruh pada inflasi di wilayah kerja kami,” katanya.

Meski begitu, BI Malang mencatat adanya kabar positif dari sisi pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan tren membaik. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menjaga optimisme perekonomian daerah di tengah berbagai tantangan global.

Advertisement

“Pertumbuhan ekonomi kita membaik. Ini menjadi kabar baik dan memberikan harapan bahwa perekonomian ke depan tetap optimis, meskipun kita harus tetap waspada terhadap berbagai tekanan eksternal,” imbuhnya. (rsy/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas