Lumajang
Wakil Bupati Lumajang Berangkatkan Kontingen Temu Karya Relawan PMI di Surabaya

Memontum Lumajang – Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan merasa senang dan bangga karena masih banyak anak-anak muda yang mau dalam kegiatan kerelawanan di Kabupaten Lumajang. Hal itu diungkapkan oleh Bunda Indah-sapaan Wabup Lumajang, saat memberangkatkan kontingen Temu Karya Relawan (TKR) Palang Merah Indonesia (PMI) di UTD PMI Lumajang, Minggu (30/10/2022) tadi.
“Saat ini banyak anak muda yang lupa dengan jati dirinya, mereka sibuk bermain, bahkan ada pula yang terjerat Narkoba. Tetapi kalian di sini melakukan misi kemanusiaan menjadi relawan PMI, itu luar biasa, orang tua kalian pasti bangga,” ujarnya.
Menurut Bunda Indah, Lumajang dinyatakan sebagai kabupaten rawan bencana erupsi, tsunami, gempa, longsor dan banjir. Oleh karena itu, dirinya berharap agar PMI Lumajang menggali ilmu dan pengalaman dengan relawan lainnya saat Temu Karya Relawan nanti.
“Gali ilmu sebanyak banyaknya di sana, berkompetisilah dengan peserta lain dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, saya yakin PMI Lumajang adalah PMI yang terbaik di Jawa Timur,” terangnya.
Baca juga:
- Pemkab Jember Serahkan 23 Truk dan 25 Pickup untuk Dukung Operasional KDKMP
- Bapenda Kota Malang Pastikan PKB Tak Naik, Realisasi Opsen Sudah Capai 39,3 Persen
- SPPG di Kota Malang Hentikan Sementara Layanan MBG, Koordinator SPPI Sebut Terkendala Pencairan
- Rotasi Jabatan, Bupati Pasuruan Lantik 80 Pejabat Eselon II, III dan IV
- Hari Pertama SPMB Jalur Domisili, Posko Disdukbud Diserbu Wali Murid
Selain itu, dikatakan Bunda Indah, bahwa kesiapan relawan, termasuk relawan PMI sangat dibutuhkan saat bencana terjadi. “PMI adalah bagian dari Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk membangun Lumajang lebih baik, lebih peduli lagi. Lumajang salah satu kabupaten yang dinyatakan sebagai kabupaten rawan bencana, bencana gunung, tsunami, gempa, longsor, banjir, ini tantangan kita bersama-sama, kita harus siap untuk menolong sesama,” urainya.
Sementara itu, Ketua PMI Lumajang, Budi Santoso, menjelaskan bahwa total 35 relawan akan mengikuti TKR PMI di Surabaya selama 7 hari sejak tanggal 30 Oktober – 5 November 2022. “Sebanyak 35 relawan yang terdiri dari adik-adik mahasiswa ITB Widya Gama, UNEJ, Unibraw, UGM dan Universitas Airlangga yang akan mengikuti berbagai kegiatan kepalangmerahan, kebencanaan, nanti kita juga mengikuti seni godril dan topeng kaliwungu, adik-adik sudah mempersiapkan diri kurang lebih 1 bulan,” terangnya. (kom/adi/gie)
















