Kota Malang
Wali Kota Malang Janjikan PTM Digelar Kembali Senin

Memontum Kota Malang – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Malang, rencananya akan digelar 100 persen pekan depan atau Senin (14/03/2022) mendatang. Hal itu, dijelaskan oleh Wali Kota Malang, Sutiaji, setelah menggelar rapat bersama jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Malang di ruang sidang Balai Kota Malang.
“Insyaallah, mungkin minggu depan PTM sudah 100 persen. Kan sudah libur tiga minggu hingga sekarang, harapannya sudah memutus rantai penularan virus,” ujar Wali Kota Sutiaji, Senin (07/03/2022).
Penundaan kegiatan belajar secara luring, tambahnya, ini juga memperhatikan situasi penularan virus Covid-19 di Kota Malang. Akan tetapi, menurutnya saat ini penyebaran virus Covid-19 di Kota Malang, sudah mulai melandai.
“Mudah-mudahan nanti kita sudah bisa melakukan relaksasi di semua titik. Tetapi, tetap yang utamakan selalu pakai masker,” tambahnya.
Baca juga :
- Pengelolaan Pemerintahan dan Penguatan Ekonomi, Pemprov Jatim Terima Kunjungan Gubernur Sherly
- Pastikan Kesiapan Operasional dan Keselamatan Perjalanan Penumpang, PT KAI Cek Lintasan
- Jaga Stamina saat Ramadan, Dinkes Kota Malang Imbau Masyarakat Bijak Konsumsi Vitamin
- Sekda Budiar Dorong Perangkat Daerah Kabupaten Malang Tingkatkan Kualitas Penyusunan LPPD
- Kendalikan Laju Inflasi Ramadan, Diskoperindag Pasuruan Lakukan Operasi Pasar di Ngempit
Orang nomor satu di Pemerintahan Kota Malang itu mengatakan, dengan adanya penurunan kasus tersebut, harapannya kelonggaran-kelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat bisa dikurangi. Salah satunya, pemberlakuan PTM 100 persen. Tak hanya itu, perguruan tinggi pun nampaknya juga bakal menggelar PTM.
“Saya juga akan minta kepada para rektor, sudah ada kelonggaran,” tambahnya.
Dirinya berharap, ke depan masyarakat tetap melakukan pola hidup sehat dan tetap mematuhi Protokol Kesehatan (prokes) dengan selalu memakai masker. Menurutnya, jika dulu awal memakai masker banyak yang risih, namun saat ini masker nampaknya menjadi hal yang biasa untuk dikenakan. (cw2/sit)
















