Kabar Desa
Bupati Malang Resmikan Musala RH Jago Karangduren Pakisaji

Memontum Malang – Bupati Malang, HM Sanusi, meresmikan Musala RH Jago di Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Sabtu (14/02/2026) tadi. Dalam momentum ini, Bupati Sanusi menyampaikan rasa bangganya atas peran serta partisipasi masyarakat, yang telah berupaya meningkatkan pembangunan di bidang keagamaan dan spiritual.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, kami menyambut baik kegiatan ini. Serta, menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kepala Desa Karangduren dan juga semua pihak yang telah berpartisipasi dalam mewujudkan pembangunan Musala RH Jago,” katanya.
Bupati Sanusi berharap, selain diniatkan sebagai amal jariyah, semoga pembangunan Musala RH Jago ini nantinya dapat membawa kemaslahatan bagi umat. “Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rida serta keberkahan terhadap Musala ini. Sehingga, dapat terus dipergunakan dan mampu menjadi wadah dakwah yang berguna bagi agama, masyarakat, bangsa dan negara,” tambahnya.
Bupati Sanusi juga menyampaikan, sejumlah pencapaian dan program kerja Pemerintah Kabupaten Malang. Tidak ketinggalan, apresiasi tinggi diberikan Bupati Malang atas peran serta masyarakat Kabupaten Malang.
Baca juga :
“Tentunya akan dibutuhkan waktu bagi Pemerintah Kabupaten Malang untuk mewujudkan pembangunan yang berhasil dan berdaya guna,” imbuhnya.
Momen pertemuan ini, diuraikannya, bukan sekadar untuk memperkuat jalinan silaturahmi, tetapi juga mempererat rasa persaudaraan serta kekeluargaan sebagai umat Muslim, sekaligus untuk merajut kembali hubungan antara Pemerintah Kabupaten Malang, para alim ulama, para santri, dan juga dengan masyarakat secara luas. Menurutnya, hal ini sangat penting untuk terus dibina, mengingat tantangan zaman di era modern saat ini semakin kompleks, bahkan dapat dikatakan bergerak lebih cepat dibanding pengaruh dakwah dan pendidikan.
“Perubahan nilai-nilai dan pandangan hidup masyarakat akhir-akhir ini begitu terasa. Pembinaan umat harus dilakukan secara bijak, terarah dan terpadu serta mempunyai dimensi yang luas. Seperti penguatan akidah umat, pencerdasan umat, pembinaan kehidupan keluarga, pembangunan akhlak dan budi pekerti, pembinaan karakter bangsa, penguatan ukhuwah Islamiyah, kesadaran lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan umat secara material dan spiritual,” tambahnya. (pro/gie)










