Connect with us

Pamekasan

2023 Puluhan Pulau Tak Berlistrik di Pamekasan Dibidik PLN Jadi Terang Benderang

Diterbitkan

||

2023 Puluhan Pulau Tak Berlistrik di Pamekasan Dibidik PLN Jadi Terang Benderang

Memontum Tulungagung – Belasan pulau di daerah Pamekasan-Madura, yang belum teraliri listrik PLN, pada tahun 2023 akan menjadi target untuk dibuat terang benderang. Hal itu, disampaikan General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Lasiran, dalam kunjungannya di Kabupaten Tulungagung, Jumat (30/12/2022) tadi.

“Sudah kami rencanakan untuk anggaran tahun depan. Kemarin saya sampaikan, ada 16 (pulau, red) dan ada 2 lagi yang kami masukkan pada tahun 2023 nanti. Mudah-mudahan kita sudah mulai, sehingga insyaallah seluruh pulau di Pamekasan, sudah bisa menikmati listrik,” ujar Lasiran.

Ditambahkannya, PLN Jawa Timur juga meminta dukungan dari semua stakeholder untuk bersama-sama mendukung dan menginformasikan daerah mana saja yang membutuhkan aliran listrik. Karena, pihaknya juga telah melihat di daerah seperti Probolinggo dan Pasuruan, beberapa Kepala Dusun (Kasun) menginformasikan masih ada wilayah yang belum tersambung aliran listrik. Sehingga, rasio elektrifikasi masih di bawah 99 persen yang sudah menikmati listrik.

“Mudah-mudahan, pada tahun 2023 ini mapping dan bisa kita eksekusi. Mungkin, belum bisa 100 persen, tetapi bisa menjadi besar kita naikkan hasilnya elektrifikasi terkait rasio,” paparnya.

Lasiran menambahkan, rasio elektrifikasi yang paling rendah, selama ini di daerah Pamekasan. Sementara untuk wilayah Bondowoso, Probolinggo, Pasuruan dan Jember, sudah memenuhi rasio elektrifikasi.

Menurutnya, rasio teridentifikasi di Jawa Timur saat ini sudah 99,39 persen. Ada daerah-daerah yang kurang, seperti salah satunya Kabupaten Tulungagung, adalah pada angka 99,99 masih kurang 0,01 persen.

Namun, rata-rata sudah 100 persen listrik sudah terpasang, tetapi jalur ke tetangga masih ada beberapa. Sehingga, PLN menghitung jumlah pelanggan rumah tangga di banding kepala keluarga (KK). Karena, ada KK yang tinggal di Ruko sekaligus bertempat tinggal di lokasi tersebut sudah berlistrik dan tidak terhitung.

Baca juga :

Ditambahkannya, pihaknya juga akan mencari kembali sambungan-sambungan pelanggan-pelanggan yang belum teraliri listrik. Selain itu, juga akan meminta bantuan kepada pemerintah daerah guna menginformasikan daerah atau wilayah yang belum teraliri listrik. Sehingga, di tahun 2023 mendatang bisa 100 persen, secara keseluruhan.

“Pada tahun ini, kami menyambung aliran listrik terbanyak se-Indonesia. Sebanyak 18 ribu masyarakat yang belum terlalu listrik, kami bantu instalasi rumahnya,” ujar Lasiran.

Bak gayung bersambut, Pemprov Jatim juga memberikan subsidi sambungan listrik melalui token. Penerima manfaat pasanhan gratis ini adalah KK dalam kategori keluarga kurang mampu. Langkah ini, juga dilakukan di provinsi lain oleh pemerintah pusat.

Akan tetapi, hanya berupa instalasi pemasangan rumah dan tidak memberikan token listrik. Dengan memberikan bantuan, Pemprov Jatim ikut mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyebutkan target Pemprov Jatim yaitu 100 persen, untuk semua daerah terpencil teraliri listrik tanpa terkecuali. Dengan adanya listrik, akan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Sesungguhnya, 2023 sangat mungkin bisa dijangkau. Tetapi di kepulauan-kepulauan, mungkin harus kita pikir ulang. Insyaallah, komitmen kita bersama bisa mewujudkan net for all 2024,” ungkap Khofifah.

Dirinya mengapresiasi, adanya kapal gardu PLN yang menyuplai daerah-daerah kepulauan. Kendati sempat tenggelam, namun bisa dipulihkan kembali sehingga masyarakat kepulauan di daerah Madura bisa terang dengan adanya listrik. (jaz/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *