Kota Malang
80 Persen Nakes di Kota Malang Sudah Vaksin Booster II

Memontum Kota Malang – Vaksinasi booster dosis kedua atau dosis ke empat, bagi para tenaga kesehatan (Nakes) di Kota Malang, sudah berjalan hampir 80 persen. Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif, menjelaskan bahwa itu sudah menyasar pada 9 ribu Nakes di Kota Malang.
Sasaran pada Nakes sendiri, menurutnya sangat mudah. Karena, mereka (Nakes, red) memiliki beberapa komunitas. Seperti Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), sehingga bisa terkoordinir.
“Para Nakes itu punya fasilitas kesehatan, lalu mereka punya komunitas. Jadi, tidak sulit untuk Nakes. Makanya, hampir 13 ribu Nakes itu sudah menyasar 9 ribu,” jelas Husnul, Sabtu (13/08/2022) tadi.
Baca juga:
- Sasar 224 Pemudik, Dishub Kota Malang Tambah Kuota Mudik Gratis Jadi Enam Bus
- Musrenbang RKPD 2027, Bupati Ipuk Sebut Fokus Penguatan SDM, Ekonomi Berbasis Hirilisasi dan Pariwisata
- Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP
- Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka
- Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta ‘Diskon’ Hukuman
Untuk jenis vaksin yang didapatkan oleh Nakes sendiri, itu tergantung dari dosis primer yang sebelumnya sudah didapatkan. Misalnya, ketika booster pertama mendapatkan jenis vaksin moderna, maka di booster ke dua mendapatkan setengah dosis moderna.
“Dosis tergantung primer masing-masing. Misal mereka saat booster pertama dapatnya moderna, maka booster ke dua dapat setengah dosis. Untuk stok moderna kalau di dinas saat ini sudah tidak ada,” lanjutnya.
Terkait dengan vaksin booster dosis dua atau dosis ke empat yang menyasar masyarakat, dikatakan bahwa untuk saat ini masih belum ada petunjuk dari pusat. Sehingga, sementara ini vaksin tersebut masih dikhususkan bagi para Nakes.
“Untuk masyarakat saat ini masih belum ada petunjuk. Setelah nakes ini, nanti baru kepada pelayanan publik, seperti wartawan,” ujarnya.
Untuk efek vaksin tersebut, dikatakan bahwa itu tergantung dari masing-masing orangnya. Namun, yang paling sering dirasakan yakni rasa tidak enak pada tempat bekas suntikan.
“Efeknya itu tergantung, karena tiap orang mengalami hal yang tidak sama. Tapi paling sering rasa tidak enak di tempat bekas suntikan itu,” imbuhnya. (rsy/sit)
















