Pendidikan
Terima Kunker Komisi X DPR-RI, Ini yang Dibahas

Memontum Kota Malang – Komisi X DPR-RI melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Senin (12/04) tadi. Beberapa poin kunjungan, dijelaskan Wakil Ketua Komisi X DPR-RI, Dede Yusuf, menjadi bahan diskusi dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut.
“Pertama, tentunya kami ingin tahu soal persiapan tatap muka (sekolah, red). Berkaitan dengan tatap muka, kami itu selalu menggali dari Pemerintah Daerah (Pemda). Dan kelihatannya, pendidikan di Kota Malang, benar-benar mendapatkan suatu perhatian yang cukup baik dari Pemkot,” ungkapnya kepada wartawan.
Baca juga:
- Dalami Laporan Pelayanan MBG, DPRD Kota Malang Akan Panggil SPPG
- Wali Kota Malang Sampaikan LKPJ 2025, DPRD Akan Dalami Sumber Surplus Anggaran
- Antrean Pasar Murah Membludak Meski Munculkan Kecewa, Diskopindag Kota Malang Bakal Lakukan Evaluasi
- Kualitas Indek Pelayanan Publik Pemkab Lumajang Kian Meningkat dan Masuk Kategori Sangat Tinggi
- Wali Kota Probolinggo Lantik 67 Pejabat Administrator dan Pengawas
Atensi Pemkot Malang, tergambar dari sudah siapnya seluruh sekolah di Kota Malang, dalam menjalankan sekolah tatap muka dengan protokol kesehatan (Prokes) ketat. Kemudian, disampaikan politisi Partai Demokrat ini, pihaknya juga ingin mengetahui kondisi kampus-kampus di Kota Malang.
“Memang kalau kita lihat dari sektor kampus, kebijakan Pemerintah Pusat belum membumi, contohnya Kampus Merdeka. Itu sebabnya, kami menggali terus kira-kira sisi mana yang memberatkan atau yang tidak bisa diterjemahkan oleh kampus-kampus,” jelasnya.
Terakhir, berkaitan dengan sektor pariwisata, di mana Kota Malang merupakan salah satu zona wisata yang cukup bagus di wilayah Jawa Timur.
Bahkan, ekonomi kreatifnya sangat menonjol karena menduduki nomor dua terbaik di tingkat nasional untuk kota kreatif.
“Berarti, inilah yang harus kita dorong dengan berbagai format kebijakan dan jangan sampai telat turunnya,” tegasnya.
Menurutnya, DPR sebagai pelaksana fungsi pengawasan perlu memantau terus berkaitan dengan jalannya kebijakan-kebijakan. (mus/sit)
















