SEKITAR KITA
Atasi Penyakit PMK, Peternak Sapi Sidoarjo Gunakan Ramuan Tradisional

Memontum Sidoarjo – Para peternak hewan sapi di Sidoarjo, saat ini sedang dihebohkan adanya serangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Sehingga, dampak dari penyakit tersebut membuat para peternak, pun banyak yang merugi.
Dari informasi yang dihimpun, virus penyakit yang ditandai dengan panas yang tinggi, air liur yang berlebihan dan tidak mau makan, tersebut membuat peternak sempat kebingungan. Selain itu, dampak lain yang dialami yakni dengan mengeluarkan biaya ekstra untuk perawatan sapinya yang sedang terjangkit virus PMK tersebut.
Mustopa (52), peternak sapi asal Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo mengatakan hampir seluruh sapi bisa terjangkit virus PMK. Karenanya, sempat membuat bingung.
“Virus tersebut mulai menyerang hewan sapi ini sekitar pertengahan April 2022. Awalnya, ditandai dengan panas yang tinggi, air liurnya berlebih kemudian sulit untuk makan,” keluh Mustofa saat ditemui ditempat peternakannya, Rabu (11/05/2022) tadi.
Baca juga :
- HUT 112 Kota Malang, Pemkot Malang segera Tetapkan Logo Baru
- Pengawasan Menyeluruh THR, Pemprov Jatim Buka 54 Titik Posko Pelayanan Pengaduan
- Kolaborasi dengan Pihak Swasta, Pemkot Malang Gelar Mudik Gratis Tahun 2026
- Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jawa Timur, Ini Langkah Pemkab Kediri Cegah Inflasi
- Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Malang Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jatim 2026
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahkan ada dua ekor sapi saya yang semestinya bisa laku Rp 35 juta dan Rp 30 juta. Namun, dirinya terpaksa menjual secara mendadak dengan harga hanya Rp 6 juta per ekor.
Disaat puluhan sapinya terserang virus, muncul ide Mustofa untuk membuat sebuah ramuan tradisional yang berbahan kunyit, telor, gula aren. Kemudian, ramuan tersebut dicampur dan diminumkan ke sapinya.
“Dirinya pun kini sangat bersyukur adanya ramuan itu. Sehingga, membuat sapi-sapinya mulai kembali mau makan secara normal,” paparnya. (zul/sit)
















