Kediri
Lantik Suwignyo Jadi Sekda Kediri, Mas Dhito Titipkan Penyaluran Bansos, Penyerapan Anggaran dan Jembatan Jongbiru

Memontum Kediri – Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, langsung memberikan tugas pertama kepada Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda), Adi Suwignyo, untuk mengatasi penyaluran bantuan pada masyarakat. Hal ini disampaikan Mas Dhito-sapaan akrabnya, setelah melantik Adi Suwignyo, di ruang Joyoboyo Kantor Pemkab Kediri, Rabu (05/10/2022) tadi.
“Saya titip bantuan sosial. Njenengan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Sosial. Panjenengan cek ke kecamatan-kecamatan, cek ke desa-desa, cek ke RT, RW. Itu harus tepat sasaran,” perintah Bupati Kediri.
Disamping itu, bupati muda berkacamata tersebut juga mengingatkan untuk mengoptimalisasi penyerapan anggaran agar dapat dirasakan oleh masyarakat. Menurutnya, karena tahun 2020 dan 2021, Kabupaten Kediri terdampak Covid-19. Maka, terdapat catatan pada tiga hingga empat dinas yang serapan anggarannya dirasa kurang maksimal.
“Saya peringatkan, tahun ini sudah tidak ada lagi serapan anggaran yang buruk. Maka, itu menjadi tugas Penjabat Sekda sebagai ketua TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah),” tegas Mas Dhito.
Baca juga:
- THR ASN Pemkot Malang Naik Rp 42,6 Miliar, Pencairan Tunggu Kebijakan Pusat
- Pemkab Malang Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana Puting Beliung di Kecamatan Bantur
- Proses Izin Rumit, IAI Cabang Trenggalek Hearing Dengar Pendapat bersama DPRD
- Siswa SMAN 3 Kota Malang Sambut Antusias MBG Ramadan
- DPRD Trenggalek bersama Eksekutif Bahas Raperda Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Kemudian, Mas Dhito juga memerintahkan Adi Suwignyo untuk memonitor perkembangan pembangunan Jembatan Jongbiru. Di mana, jembatan tersebut rencananya akan mulai dibangun pada 2023 mendatang. “Paling penting, saya titip bagaimana supaya lingkungan SKPD menjadi lingkungan yang guyub rukun sak lawase,” tutur suami Eriani Annisa tersebut.
Mendapat tugas langsung dari bupati, Adi Suwignyo, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti perintah yang diberikannya tersebut dengan berkoordinasi dan terjun ke lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. “Tugas pertama yang digaris bawahi adalah bantuan sosial supaya dipantau. Kita cek ke lapangan, di wilayah kecamatan dan desa, yang jelas jangan sampai salah sasaran,” ujarnya. (kom/pan/sit)















