Kota Malang

HUT PWRI, Wali Kota Wahyu Sebut Angka Harapan Hidup Kota Malang Tertinggi di Jawa Timur

Diterbitkan

-

HUT: Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat foto bersama dalam gelaran HUT PWRI Ke-64. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Angka Harapan Hidup (AHH) Kota Malang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data terbaru, AHH Kota Malang kini mencapai 75,54 tahun, atau menjadi yang tertinggi di Jawa Timur. Hal itu, dikatakan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.

Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan, khususnya di sektor kesehatan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Tentunya juga tidak lepas dari berbagai faktor pendukung, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, hingga terciptanya lingkungan yang nyaman dan layak huni bagi masyarakat.

“Karena kita termasuk angka harapan hidup tertinggi di provinsi ini, yakni 75,54 tahun. Ini berarti pelayanan kesehatan berhasil, kemudian kehidupan sosial masyarakat juga baik, didukung sarana prasarana kesehatan yang memadai. Kami juga berupaya menciptakan masyarakat bisa hidup senang dan layak di Kota Malang,” ujar Wali Kota Wahyu, seusai menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), Rabu (22/07/2026) tadi.

Dikatakannya, capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai indikator yang menunjukkan kualitas hidup masyarakat terus meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan AHH terjadi secara merata di Kota Malang, bukan hanya pada kelompok atau wilayah tertentu.

Advertisement

Baca juga :

“Rata-rata. Karena ada pendataan dari BPS. Angka harapan hidup Kota Malang selalu naik. Artinya banyak indikator yang terpenuhi, usia masyarakat semakin panjang, angka kematian usia dini juga semakin rendah, sehingga masyarakat bisa menikmati hidup dengan dukungan berbagai fasilitas yang ada,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PWRI Kota Malang, Wasto, menilai organisasi Lansia turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia. Sebab, berbagai kegiatan rutin seperti pertemuan, senam, pemeriksaan kesehatan bekerja sama dengan puskesmas, hingga kegiatan sosial antaranggota mampu menjaga kesehatan fisik maupun mental para Lansia.

“Yang kami jaga adalah silaturahmi dan interaksi sosial. Lansia yang tetap aktif berorganisasi biasanya lebih sehat, pikirannya stabil, mentalnya baik. Itu juga berdampak pada kesehatan dan pada akhirnya mendukung meningkatnya angka harapan hidup,” kata Wasto.

Selain menjaga kesehatan anggotanya, PWRI juga aktif menyampaikan aspirasi melalui Musrenbang Tematik maupun usulan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD. Sejumlah kebutuhan dasar, seperti alat pengukur tekanan darah dan timbangan kesehatan, menjadi usulan yang rutin diajukan untuk mendukung kegiatan organisasi lansia di Kota Malang.

Advertisement

“Itu kebutuhan-kebutuhan pokok bagi organisasi PWRI secara berjenjang. Apalagi, setiap pertemuan itu selalu dilakukan cek tekanan darah dan timbang badan,” imbuhnya. (rsy/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas