Kabupaten Malang
Begini Satu Upaya Disnaker Kabupaten Malang Kurangi Angka Pengangguran

Pewarta : H Mansyur Usman
Editor : Santoso FN
Memontum Malang —Salah satu upaya untuk mengurangi angka pengangguran, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang menggelar sosialisasi para pembudidaya kelinci.
Sosialisasi yang berlangsung di dua titik ini, yakni di Desa Wajak, dan Panti Darul Aitam Desa Patuk Picis, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang beberapa waktu lalu.
“Selain untuk mengurangi angka pengangguran, dengan budidaya kelinci ini mereka juga bisa menjadikan daging kelinci sebagai kuliner khusus. Semua orang tahu, kasiat daging kelinci ini juga dapat menyembuhkan berbagai penyakit, ” ujar Achmad Djunaedi Kabid Penempatan TKI Senin (26/11/2018) sore tadi.
Pihaknya juga memberikan bantuan 330 ekor kelinci untuk dua kelompok peternak masing-masing terdiri dari 15 orang.
Tujuan lain, tambah Djunaedi, juga untuk merangsang para peternak kelinci di desa tersebut agar bisa lebih berkembang.
“Satu kelompok ada sekitar 15 orang dan masing-masing kelompok mendapat 165 ekor kelinci. Nantinya kami berharap bahwa kelinci tersebut bisa berkembang dan lebih bermanfaat meningkatkan perekonomian warga,” ulasnya.
Menurutnya, di desa tersebut termasuk daerah yang cocok sebagai tempat beternak kelinci.Dan bantuan tersebut sesuai proposal yang diajukan oleh kelompok peternak setempat.
“Jika dilihat di desa tersebut, cuacanya memang cocok untuk beternak kelinci, udaranya dingin dan sejuk. Dan itu memang sudah sesuai dengan pengajuan proposalnya, yaitu jenis kelinci lokal pedaging,” terangnya.
Sebelumnya, pihak Disnaker juga
memberikan sosialisasi terkait cara pemeliharaan kelinci yang benar.
“Sebelum bantuannya diberikan, kami memberi sosialisasi dengan menghadirkan pemateri yang berkompeten di bidangnya. Sosialisasi tersebut berupa pelatihan membuat kandang, cara mengolah makanan untuk kelinci dan beberapa lainnya,” bebernya.
Karenanya, Disnaker juga berharap, dengan kegiatan tersebut, nantinya para peternak kelinci di Kecamatan Wajak lebih bisa mengembangkan bisnis kelincinya.
“Pengembangannya kan banyak, setelah beranak pinak, nantinya mau dijual dalam keadaan hidup atau telah diolah menjadi makanan kan juga bisa. Jadi biar bisa lebih berkembang sesuai dengan inovasi mereka sendiri,” pungkasnya. (**)











