Sampang

Air PDAM Mati, Pelanggan Tak Perlu Bayar

Diterbitkan

-

TES : Pelanggan PDAM saat mencoba menyedot air saluran PDAM Trunojoyo Sampang. (zyn)

Memontum Sampang – Musim kemarau telah tiba, kesulitan air pun melanda masyarakat Kabupaten Sampang. Tidak hanya untuk masyarakat desa, hal serupa juga dialami oleh masyarakat yang tinggal di kota.

Banyaknya saluran air yang mati menjadi tugas berat bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Sampang untuk menyediakan air bersih kepada pelanggannya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Hubungan Langganan (Hublang) Yazid Solihin mengatakan, terhadap banyaknya saluran yang mati untuk wilayah Jalan Manggis, Jalan Durian dan Jalan Salak Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang memang menjadi persoalan yang disebabkan tekanan air tidak mencukupi.

“Memang jadi persoalan untuk wilayah Jalan Manggis, Jalan Durian dan Jalan Salak, sebab tekanan airnya tidak mencukupi,” ucapnya kepada memontum.com, Senin (5/7/2019) siang.

Advertisement

Yazid mengungkapkan, kedepan pihaknya akan mensiasati terhadap wilayah yang salurannya mati dengan melakukan pengeboran sumber baru yang terletak di Desa Pangelen Kecamatan Sampang.

“Ini nanti kedepan, karena tekanan belum mencukupi, nanti kita siasasti. Ini kan ada pengeboran kembali di Pangelen, kelebihan tekanan akan disambungkan 3 wilayah tersebut,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai pelanggan yang tetap membayar meski saluran airnya mati, Yazid menjelaskan agar masyarakat melaporkan kepada PDAM Trunojoyo untuk dilakukan penutupan sementara.

“Silahkan masyarakat melapor ke PDAM untuk dilakukan penutupan sementara biar rekening tidak jalan, kalau normal lagi bisa dibuka kembali,” ujar Yazid.

Advertisement

Sementara itu, Musleh pelanggan PDAM Trunojoyo warga Jalan Manggis berharap supaya permasalahan yang telah menjadi persoalan setiap tahun tersebut segera ditangani, sebab kebutuhan air bersih sangat dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Ini masalah tahunan yang tak kunjung ada penyelesaian, jadi kami kesulitan air untuk masak dan minum,” paparnya.

Musleh menambahkan bahwa dirinya tetap melakukan pembayaran setiap bulan meski saluran airnya mati.

“Kami bayar tiap bulan Rp 50.000, tapi air PDAM nya tidak nyala,” imbuhnya. (zyn/oso)

Advertisement

 

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas