Kota Malang

Anggaran 2026 Terpangkas, DLH Kota Malang Fokus Layanan Rutin

Diterbitkan

-

Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memastikan tidak ada program baru yang dijalankan sepanjang tahun 2026. Hal itu dilakukan, karena terjadi pemangkasan sehingga DLH akan memfokuskan seluruh kegiatannya pada layanan rutin, khususnya di sektor persampahan dan pertamanan.

Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menyampaikan bahwa anggaran pengelolaan taman mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 DLH masih mengelola anggaran pertamanan sekitar Rp 7 miliar, maka pada 2026 anggaran tersebut dipangkas menjadi sekitar Rp 390 juta.

“Anggaran itu lebih banyak dialokasikan untuk pembelian dan perawatan peralatan rutin. Seperti alat kebersihan, perempesan serta perawatan armada pendukung, termasuk truk dan skylift,” ujar Raymond, Kamis (08/01/2026) tadi.

Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran membuat DLH harus lebih selektif dalam menjalankan program. Prioritas utama diarahkan agar pelayanan dasar kepada masyarakat tetap berjalan optimal meski dengan sumber daya terbatas.

Advertisement

Baca juga :

“Karena anggaran kegiatan sangat efisien, yang kami laksanakan hanya kegiatan rutin. Baik persampahan maupun pertamanan,” katanya.

Pada sektor pertamanan, menurutnya DLH hanya melakukan pemeliharaan rutin, seperti perawatan taman dan perempesan pohon. Langkah tersebut, sekaligus menjadi upaya mitigasi keselamatan di tengah potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung hingga Februari 2026.

“Perempesan tetap kami lakukan karena ramalan cuaca masih cukup ekstrem. Ini sifatnya rutin dan untuk keselamatan masyarakat,” tuturnya.

Dengan kondisi anggaran yang terbatas, ujarnya, DLH memastikan tidak ada belanja modal maupun pembangunan baru yang dapat direalisasikan sepanjang 2026. Seluruh anggaran difokuskan untuk menjaga agar operasional rutin tidak terhambat.

Advertisement

“Kalau kegiatan rutin tidak kita jaga, pelayanan dasar pasti akan terganggu. Itu yang kami jaga betul,” imbuh Raymond. (rsy/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas