Kota Malang
Bagikan Alat Usaha untuk Buruh Rokok di Kota Malang, DPRD Apresiasi Langkah Pemkot

Memontum Kota Malang – DPRD Kota Malang, mengapresiasi kerja Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, yang telah memberikan bantuan peralatan keterampilan kepada 638 buruh pabrik rokok di Kota Malang. Karena, hal itu dinilai bisa menambah penghasilan para buruh tersebut.
Salah satu anggota DPRD dari Komisi B, Lookh Mahfudz, menyampaikan jika pemberian bantuan tersebut merupakan langkah maju dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) yang bisa diserap dalam bantuan peralatan.
“Ini sebetulnya langkah maju, dimana diskoperindag sebagai dinas pengampu, yang seiring dan sejalan dengan pemerintah pusat untuk membangun infrastruktur ekonomi mikro. Yaitu dengan membagikan bantuan alat untuk karyawan pabrik rokok,” ucap Lookh Mahfudz, saat ditemui usai kegiatan Peningkatan Keterampilan Kerja dan Penyerahan Belanja Modal Usaha Untuk Pekerja Pabrik Rokok, di salah satu Hotel Kota Malang, Sabtu (10/12/2022) tadi.
Baca juga :
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
Hal ini, dinilai Lookh Mahfudz, sebagai konsen pemerintah dalam menambah bukti nyata untuk membangun infrastruktur ekonomi mikro kepada para pelaku UMKM. Dimana para buruh, bisa memanfaatkan peralatan untuk menambah penghasilannya.
“Ini harus dimanfaatkan dalam rangka menambah penghasilan. Sehingga tidak boleh diperjualbelikan, apalagi tadi dalam penyerahannya sudah disaksikan oleh Kepala Diskoperindag, Inspektorat, dan Polresta,” katanya yang juga sebagai Ketua Fraksi Damai Demokrasi Indonesia DPRD Malang.
Lebih lanjut dikatakan, jika ke depan Diskoperindag harus memberikan kegiatan lanjutan. Seperti memberikan pelatihan, mulai dari cara kerjanya, produksinya, hingga pemasaran produk kepada masyarakat luas.
“Tentu ini bukan pekerjaan yang mudah. Melalui kegiatan tersebut, harus bisa diberdayakan, sehingga nanti berujung pada kesejahteraan. Dimana bisa menambah penghasilan mereka yang tadinya hanya sebagai buruh pabrik saja,” imbuhnya. (rsy/sit)
















