Pemerintahan
Bupati Dorong Petani Jember Kreatif dan Inovatif

Memontum Jember – Petani di Kabupaten Jember didorong untuk kreatif dan inovatif di era industri pertanian 4.0. Kreatifitas dan inovasi dibutuhkan petani, untuk meningkatkan produktifitas pertanian.
Salah satu kreatifitas dan inovasi yang telah ditunjukan para petani adalah dengan meracik obat pengendali organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Penyebabnya, adalah serangan hama dan penyakit tanaman merupakan masalah yang kerap dihadapi para petani.
Gerakan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan itu, telah dilakukan oleh Kelompok Tani Bina Tani, Desa Lengkong, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember. Peluncuran gerakan petani itu, dihadiri langsung oleh Bupati Jember, Hendy Siswanto, Kamis (14/10/2021). Dalam kesempatan itu, bupati mendorong petani menggunakan unsur-unsur hayati agar tidak merusak lingkungan.
Baca juga:
- Paripurna DPRD, Bupati Lumajang Pastikan APBD untuk Masyarakat
- Pelatihan Petugas Sensus, Sekda Erik Tegaskan Tanpa Data Akurat Pemerintah Sulit Tentukan Arah Pembangunan
- Temukan Sejumlah Aduan, Ketua DPRD Kota Malang Minta Evaluasi Pelaksanaan MBG
- Perkuat Iklim Investasi dan Percepatan Pembangunan Daerah, Bupati Malang Buka Pelatihan Petugas Sensus
- Evaluasi MBG, Pemkot Malang Usulkan Keterlibatan Sejak Awal Penentuan Lokasi SPPG
“Hari ini kami (Pemkab), tepatnya ada di Desa Lengkong, Saat ini kita sedang meramu bagian kreatifitas dan inovasi temen – temen kita para kelompok tani untuk membasmi hama,” ujar Bupati Hendy.
Bupati berharap, hasil kreativitas kelompok tani Desa Lengkong ini, bisa terus dan dikembangkan dan dibagikan ke kelompok tani di seluruh Jember. Agar hasil panen para petani di Jember menjadi bagus dan tidak gagal panen lagi.
“Kami berharap temuan ini bisa dikembangkan terus dan dibagikan kepada poktan -poktan yang ada di Kabupaten Jember,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Bina Tani Desa Lengkong, Supardi mengatakan, bahwa pihaknya senang dengan kedatangan Bapak Bupati dalam acara kegiatan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan OPT yang di adakan Desa Lengkong.
“Alhamdulillah, Bapak Bupati memikirkan nasib para petani sampai dia (Bupati) ikut menyemprot tanaman padi, mudah -mudahan Bupati bisa lebih memperhatikan nasib petani,” kata Supardi.
Pelaksanaan pengendalian (OPT) serta budidaya tanaman padi yang baik ini, di harapkan dapat memberikan hasil panen yang melimpah dan memberikan keuntungan untuk para petani di Kabupaten Jember. (rio/sit)
















