Jember
Bupati Jember Gelar Rakor Pengendalian Inflasi

Memontum Jember – Bupati Jember, Hendy Siswanto beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jember kembali menggelar rapat koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi di Aula Kantor Bank Jatim Cabang Jember, Rabu (01/03/2023) tadi. Rakor yang merupakan agenda rutin mingguan ini, dihadiri oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), stakeholder dan tim ahli.
Salah satu topik pembahasan yakni pengendalian harga beras. Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN), harga beras di beberapa daerah di Indonesia telah mengalami kenaikan yang signifikan.
Kendati demikian, Kepala Perum Bulog Sub Divre Jember, Ahmad Mustari, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa harga beras di Jember saat ini berada pada angka stabil dengan stok yang cukup hingga panen raya pada awal bulan puasa mendatang.
Sementara itu, Bupati Hendy Siswanto menyampaikan bahwa Pemkab Jember akan melakukan langkah pengendalian inflasi dengan Pasar Murah selama Bulan Ramadan. Pasar Murah ini, akan diselenggarakan di 31 Kecamatan saat pelaksanaan Jember Hadir Untuk Rakyat (J-Hur).
Baca juga:
- Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027
- Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon
- Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional
- Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian
- Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan
“Nanti Bulan Puasa kita akan laksanakan J-Hur lagi. Kita keliling ke berbagai desa dan kecamatan, di situ ada pasar murah juga. Lalu, bantuan Sembako untuk warga kurang mampu dan dialog terbuka bersama warga,” ujar Bupati Hendy.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Hendy Siswanto juga menyampaikan mengenai Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) serta stunting yang harus menjadi perhatian bagi semua pihak. Tingginya angka AKI dan AKB sertastunting di Kabupaten Jember dikhawatirkan akan berdampak panjang terhadap pertumbuhan ekonomi di Jember. (kom/rio/gie)
















