Pemerintahan
Bupati Situbondo Sidak Apotek dan Toko Obat untuk Minimalisir Penjualan Obat Sirup Penyebab Gagal Ginjal Akut

Memontum Situbondo – Bupati Situbondo, Karna Siswandi, bersama jajaran Forkopimda Situbondo melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah apotek, Senin (24/11/2022) tadi. Sidak ini dilakukan, sebagai antisipasi penjualan obat sirup yang mengandung etilen gikol (EG) dan dietilen glikol (DEG), yang diduga menjadi pemicu gagal ginjal akut pada ratusan anak di Indonesia.
Dalam Sidak itu, Bupati Karna Suswandi, sedikitnya menyasar tiga apotek di Situbondo. Yakni, Apotek Diponegoro, Apotek Sumber Sehat dan Apotek Cendrawasih. Sementara dalam Sidak, dirinya menjelaskan bahwa pihaknya masih menemukan obat sirup yang diduga mengandung EG dan DEG. Meski pun, di Kabupaten Situbondo sendiri masih belum ditemukan adanya penyakit gagal ginjal akut pada anak.
Baca juga :
- Temukan Batu Batolit yang Diduga Watu Dakon, Disparbud Kabupaten Malang Sebut Perlu Kajian
- Pelantikan 8 JPTP Kota Malang Tunggu Keputusan Wali Kota, BKPSDM Sebut Nama Sudah Masuk Boks Talenta
- DPC Peradi Malang Ajak Kembali Perkokoh Peradi sebagai Wadah Tunggal Profesi Advokat
- Peduli Kesehatan, Kormi Kabupaten Pasuruan bersama DP3KB Ajak Warga Cek Tingkat Kebugaran
- Puluhan Bidang Aset Diajukan untuk Koperasi Merah Putih, BKAD Sebut Terkendala Status RTH dan LSD
“Beberapa produk sudah kami amankan, agar tidak dijual kembali sampai ada instruksi lebih lanjut dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sejauh ini, memang untuk Situbondo, masih belum ditemukan adanya penyakit tersebut,” ujar Bupati Karna.
Sementara itu, salah satu pemilik apotek, mengatakan bahwa pihaknya sudah tidak menyetok atau menjual obat sirup yang di larang oleh pemerintah. “Sudah tidak kita edar lagi. Itu karena, sudah tidak ada stoknya dan memang sebelumnya sudah diperingatkan,” ujarnya. (her/gie)
















