Kota Malang

Disdikbud Kota Malang Sebut Tren Minat Sekolah Swasta Kian Meningkat

Diterbitkan

-

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Malang, Muflikh Adhim. (ist)

Memontum Kota Malang – Sekolah swasta di Kota Malang semakin menjadi pilihan masyarakat. Bahkan, sebelum Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sekolah negeri dibuka pada 8-10 Juni 2026 mendatang, sedikitnya sudah ada 13 SMP swasta yang berhasil memenuhi pagu penerimaan siswa baru.

Data tersebut, tercatat dalam laporan PPDB SMP Swasta Kota Malang Tahun 2026/2027 di laman Sistem Pendaftaran Murid Baru (SPMB). Kondisi itu menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di sekolah swasta.

“Sekolah swasta sudah berlomba-lomba untuk bisa survive di sekolahnya itu, meningkatkan kualitas sekolahnya. Jadi masyarakat di Kota Malang sepertinya juga tidak ragu dengan biaya-biaya yang dikeluarkan, yang penting mereka mendapatkan kualitas pendidikan terbaik,” ujar Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Malang, Muflikh Adhim, Senin (25/05/2026) tadi.

Adhim menyebut, sejumlah sekolah swasta favorit bahkan sudah penuh jauh sebelum pendaftaran sekolah negeri dimulai. Beberapa sekolah juga disebut harus menolak calon siswa karena kuota telah terpenuhi.

Advertisement

Baca juga :

“Sekolah-sekolah yang sudah terkenal itu penuh sekarang ini. Bahkan sampai nolak-nolak istilahnya. Itu indikator bahwa masyarakat di Kota Malang memang kepeduliannya terhadap pendidikan itu tinggi,” katanya.

Di sisi lain, Disdikbud Kota Malang juga mulai melakukan berbagai upaya pembenahan agar sekolah negeri tetap mampu bersaing dan tidak mengalami kekurangan siswa seperti tahun sebelumnya. Dengan dilakukan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) guru menjadi fokus utama, khususnya di tingkat SD negeri.

“Yang pertama kita memang meningkatkan SDM-nya. Kuncinya di SDM. Profesionalisme guru terutama di SD negeri kita tingkatkan dulu,” tegasnya.

Selain itu, menurutnya pemerintah juga berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah agar lebih merata melalui bantuan teknologi pendidikan hingga revitalisasi bangunan sekolah dari pemerintah pusat.

Advertisement

“Kita dapat bantuan TIK seperti interactive flat panel, komputer dan lain-lain. Juga ada bantuan revitalisasi, sehingga sekolah-sekolah yang membutuhkan dibantu pemerintah supaya sekolahnya bagus semua,” imbuh Adhim. (rsy/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas