Connect with us

SEKITAR KITA

Dua Warga Situbondo Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron

Diterbitkan

||

Dua Warga Situbondo Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron
Dadang Aries Bintoro, Juru Bicara Satgas Covid-19, Situbondo. (memontum.com/her)

Memontum Situbondo – Dua warga Situbondo terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron. Saat ini, keduanya masih menjalani rawat inap di salah satu rumah sakit rujukan pasien Covid-19, RSU dr Abdoer Rahem Situbondo. Selain dua pasien itu, juga ada empat pasien yang juga menjalani rawat inap di RSU dr Abdoer Rahem Situbondo, dan diketahui masih probable Covid-19 varian Omicron.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Situbondo, Dadang Aries Bintoro, mengatakan bahwa sesuai hasil rapat evaluasi yang dipimpin Bupati Situbondo, memang ada dua warga Situbondo terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron. “Saat ini, kedua pasien Covid-19 varian Omicron tersebut menjalani rawat inap di RSU dr Abdoer Rahem Situbondo. Sedangkan empat pasien yang lain di RSU, juga tidak menutup kemungkinan varian Omicron,” ujar Dadang Aries Bintoro, Rabu (16/02/2022).

Baca juga:

Menurutnya, karena jumlah kasus sudah mulai meningkat. Bahkan, varian Omicron sudah masuk di Situbondo. Sehingga untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian Omicron, pihaknya akan melakukan langkah tiga T secara masif.

“Selain itu, kami juga akan memperketat pengawasan terhadap para pasien Covid-19  yang melakukan isolasi mandiri. Dengan cara memerintahkan Satgas Kecamatan dan Satgas Desa di Situbondo,” ujarnya.

Dadang menambahkan, untuk mengantisipasi membludaknya pasien Covid-19 varian Omicron. Pihaknya juga menyiapkan sejumlah rumah sakit rujukan di Situbondo. “Selain itu, kami juga menggencarkan operasi yustisi dan memperketat kegiatan masyarakat, sebagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Baik varian Omicron maupun Delta di Situbondo,” imbuhnya.

Lebih jauh Dadang menambahkan, dari jumlah 145 kasus Covid-19 per 13 Pebruari 2022, tersebar pada 13 kecamatan di Kabupaten Situbondo. Sebanyak empat kecamatan nihil kasus Covid-19. “Sedangkan klaster penyebarannya ada empat klaster, yakni klaster sekolah, keluarga, klaster kesehatan dan klaster pabrik,” ujarnya. (her/gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.