Jember
Infrastruktur dan Jarak Cara Tingkatkan Angka Partisipasi pada Pemilu 2024

Memontum Jember – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jember menggelar Sosialisasi Pemilu tahun 2024 bersama dengan jajaran KPU dan Bawaslu Jember di Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Selasa (16/05/2023) siang. Sosialisasi bertajuk ‘Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu Serentak 2024 sebagai Upaya Mewujudkan Pemilu dan Kehidupan Demokrasi yang Berkualitas’, dihadiri puluhan peserta dari berbagai kalangan, antara lain kepala desa, sekertaris desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan kelompok pemuda.
Kepala Bakesbangpol, Edy Budi, mengatakan bahwa Pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab KPU, Bawaslu, dan Bakesbangpol. Melainkan, tanggung jawab semua pihak. Baik camat, Kades, tokoh agama dan organisasi pemuda, semua harus terlibat agar pesta demokrasi dapat terlaksana dengan baik, efektif dan berlangsung dengan jumlah partisipasi masyarakat yang tinggi.
Baca juga:
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
“Kami mensosialisasikan tahapan-tahapan Pemilu dan Pemilukada di Kabupaten Jember. Ini harus dilakukan agar masyarakat tahu kapan sih dilaksanakan Pemilu, kapan sih pelaksanaan Pemilukada. Harapannya, satu suara menentukan nasib bangsa selama lima tahun ke depan,” ujarnya.
Selain itu, dirinya juga mengatakan bahwa Bupati Jember, Hendy Siswanto, juga konsen terhadap berbagai cara untuk meningkatkan jumlah partisipasi Pemilu tahun ini. “Pemilu tidak hanya Pemilu, tapi bagaimana semua persiapan sudah rampung sebelum Pemilu digelar. Kita tidak boleh hanya ngomong, orang harus datang ke TPS untuk mencoblos. Ternyata, jarak rumahnya tiga hingga empat kilometer dari lokasi,” ujarnya.
Dijelaskannya, bahwa bupati memerintahkan pimpinan OPD yang membidangi untuk memastikan bahwa jalur-jalur menuju TPS harus dalam keadaan baik dan mulus. “Supaya masyarakat happy datang ke TPS,” jelasnya. (rio/gie)
















