SEKITAR KITA
Jelang Kemerdekaan, Penjual Bambu Probolinggo Laris Manis

Memontum Probolinggo – Menjelang Hari Kemerdekaan ke 76 tahun, penjual bambu di pinggir jalan yang ada di Basuki Rachmad, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, mulai meraup rezeki. Bambu yang rata-rata digunakan untuk mengikat bendera atau umbul-umbul peringatan HUT Kemerdekaan, laris manis menjadi jujugan masyarakat.
Pemandangan itulah, yang nampak selama beberapa hari terakhir. Kondisi cuaca panas dan terik, seolah tidak menghalangi Nur Cholis beserta anaknya, untuk memasarkan sejumlah bambu-bambu yang sudah didatangkan dan siap dipilih oleh masyarakat.
Baca juga:
- Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Dituntut 3 Tahun 10 Bulan
- TMMD Ke-127 Kediri, Dansatgas Beri Khutbah Jamaah Salat Jumat di Desa Gadungan
- Sidang Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar, Uang Hasil Kejahatan untuk Gaya Hidup dan Dugem
Menurut Nur Cholis, dari hari ke hari kenaikan penjualan bambu kian bagus. Mengingat, kian mendekati Hari Kemerdekaan. Sementara sejumlah bambu yang dirinya jual, bisa sengaja disiapkan untuk memasang bendera hingga umbul-umbul atau pernak-pernik kemerdekaan.
“Bambu yang saya jual ini adalah bambu bagus dan tahan lama. Fungsinya, bisa untuk bendera hingga pernak-pernik,” ujarnya.
Ditambahkan, setiap batang bambu yang dijualnya, memiliki harga bervariasi. Baik dari segi ukuran, diameter (besar-kecil) maupun panjang bambu. Untuk bambu kecil dengan panjang 3 meter, biasa dijual dengan harga Rp 8 ribu.
“Sedangkan bambu kecil dengan panjang 5 sampai 7 meter, dijual dengan harga Rp 10 ribu sampai Rp 12 ribu. Beda lagi bambu yang sudah dibentuk untuk panjat pinang, harganya bisa mencapai ratusan ribu,” terang Cholis.
Ada pun fungsinya, biasanya kalau bambu kecil dengan panjang 3 meter, untuk bendera. Kalau umbul-umbul pakai yang panjangnya 5 sampai 7 meter. Dan sementara ini, bambu yang paling laris terjual adalah bambu kecil. “Sehari saya bisa menjual hingga 700 lonjor,” jelasnya. (geo/ed2)
















