Jember

Jembatan Penghubung Antar Desa Ambruk, Warga Musti Memutar 7 Km

Diterbitkan

-

Guru SDN Bintoro 05 Fadli saat hendak menyebrang Sungai. (ist)

Memontum Jember–Akibat Intensitas hujan yang cukup deras pada malam Selasa (11/2/2019) siang, jembatan penghubung antara Desa Sukorambi dengan Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember ambruk.

Putusnya jalan penghubung antar desa tersebut menyebabkan tidak bisa dilalui pejalan kaki ataupun kendaraan sehingga warga yang ingin berkunjung untuk melakukan kegiatan sehari, harus mencari jalan alternatif dengan memutar sejauh 7 km.

Menurut Nur Fadli Guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bintoro 5, jembatan penghubung itu sudah sejak 30 tahun lalu dibangun dan menjadi jalur penghubung antara dua desa.

 “Dengan adanya Jembatan yang Ambruk, ya Kalau mau ke sekolah harus memutar dulu lewat bawah, ya jauhnya lumayan kira kira 7 kilometer,” ujar Fadli.

Advertisement

Jembatan ini sambung Fadli juga merupakan akses satu-satunya agar warga Desa Karangpring atau sebaliknya warga Desa Sukorambi yang ingin ke Kota Jember untuk akses tercepat.

Fadli mengaku sangat kebingungan untuk menuju sekolah tempatnya mengajar karena tempat tinggalnya di Desa/Kecamatan Sukorambi.

“Saya dan warga berharap, Pemerintah

Kabupaten Jember melalui dinas terkait segera memperbaiki jembatan,” katanya.

Advertisement

Sementara itu Imam warga Desa Sukorambi, mengaku sudah menyampaikan putusnya jembatan tersebut ke perangkat desa.

“Sudah saya sampaikan, tapi mungkin masih menunggu kapan akan diperbaiki. Tapi kami berharap secepatnya,” tandasnya. (bud/oso)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas