Kabupaten Malang
Kadinkes Malang Sebut Mata Memerah pada Korban Tragedi Kanjuruhan Harus Dilakukan Pengobatan Rutin dan Tepat

Memontum Malang – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, drg Wijanto Wijoyo, menyebut bahwa mata memerah yang dialami korban gas air dalam tragedi Stadion Kanjuruhan, adalah akibat pendarahan di bagian dalam. Sementara rasa sakit yang dialami korban, itu adalah karena diakibatkan zat kimia masuk ke dalam mata.
“Bagian kelopak memerah itu, karena ada pendarahan di bagian dalam. Memerahnya itu, karena dampak dari gas air mata,” kata Kadinkes kepada Memontum.com, Sabtu (15/10/2022) tadi.
Ditambahkannya, untuk bisa sembuh normal, tentu butuh proses. Karena, semua kembali kepada korban yang saat itu terkena gas air mata saat kejadian berlangsung.
Baca juga :
- Gubernur Jatim Tinjau Gelaran Pasar Murah di Banyuwangi
- Bupati Malang Terima Kunjungan Kapolresta Malang di Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan di Gate 13
- Anggota Satgas TMMD Kediri Beri Materi Wawasan Kebangsaan untuk Siswa MI Al-Munir
- Gubernur Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp 5,26 Miliar untuk Masyarakat Banyuwangi
- PBB 2026 Kota Malang Resmi Dibuka, Tak Ada Kenaikan dan Pembayaran Kian Praktis
“Tergantung banyak atau tidaknya, gas air mata itu yang mengenai mata korban. Karena seharusnya, kelopak mata korban bisa normal kembali seperti semula. Karenanya, butuh terus dilakukan perawatan,” terang Wijanto.
Masih menurut Wijanto, jika saja gas air matanya di ruang terbuka, mungkin masih kurang berpengaruh. Kalau di dalam dan banyak orang, maka akan bisa memperparah.
Wijanto juga mengatakan, kelopak mata berubah menjadi merah, itu disebabkan karena iritasi dan pendarahan. Sehingga, warna putih di bagian mata menjadi merah. Kendati demikian, dirinya bisa memastikan jika sakit tersebut dapat pulih, kalau dilakukan pengobatan secara rutin dan tepat. (sit)











