Connect with us

SEKITAR KITA

Kejari Situbondo Didesak Massa Imsak untuk Tetapkan Tersangka Dugaan Rekayasa Dokumen UKL-UPL

Diterbitkan

||

Kejari Situbondo Didesak Massa Imsak untuk Tetapkan Tersangka Dugaan Rekayasa Dokumen UKL-UPL
AKSI: Ratusan massa saat berunjuk rasa di Depan Kantor Kejaksaan Negeri Situbondo. (memontum.com/her)

Memontum Situbondo – Ratusan massa yang mengatasnamakan Ikatan Masyarakat Situbondo Anti Korupsi (Imsak), melakukan aksi unjuk rasa di Depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo, Senin (09/05/2022) tadi. Mereka, mendesak kejaksaan segera menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi rekayasan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL- UPL) di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Situbondo.

Ratusan massa yang datang dari berbagai desa di wilayah Situbondo, datang dengan mengendarai motor dan mobil, langsung menuju Kantor Kejari Situbondo, di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan/Kecamatan Panji. Tidak hanya itu, massa juga membawa poster dengan beragam tulisan. bertuliskan.

‘Ayang ini Kejaksaan, Jangan Open Bo’. Setibanya di depan Kantor Kejaksaan, ratusan massa langsung memadati ruas Jalan Raya arah Surabaya dan Banyuwangi untuk menyampaikan aspirasinya.

Salah seorang orator aksi, Sumyadi mengatakan, dirinya dan massa datang ke Kejaksaan ini tidak lain tuntutannya hanya satu, yakni ditetapkannya tersangka. Dirinya meminta Kejaksaan tidak diam saja, melainkan dengarkan suara rakyat. “Apa sih susahnya bagi penegak hukum menetapkan tersangka, padahal semua barang bukti sudah disita waktu itu,” kata Sumyadi dalam orasinya.

Baca juga:

Orator asal wilayah barat ini mengajak para massa untuk tetap bertahan sebelum pihak Kejaksaan menetapkan tersangkanya. “Jek nyorotan taretan (jangan mundur) demi tegaknya keadilan. Kita tetap semangat, kalau bukan kita siapa lagi dan jangan biarkan rakyat menjerit,” teriaknya.

Para massa juga mempertanyakan sejauh mana langkah yang telah dilakukan pihak Kejaksaan dalam menangani kasus ini. “Jika punya jiwa keadilan dan rasa kemanusiaan, bapak keluar temui kami. jangankan biarkan rakyat marah pak. Kalau rakyat marah habis semua. Jangankan pagar besi ini, ranjau saja akan kami lewati,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Aksi, Syaiful Bahri, mengaku kecewa dengan jawaban dari pihak Kajari Situbondo, karena penjelasanya terlalu normatif. Padahal, kata Syaiful, kedatangan dirinya bersama massa untuk mempertanyakan proses penyelidikannya.

“Kenapa ini telambat, apa karena tahapan atau kendala antar institusi. Ini tidak ada jawaban, karena ini yang kami butuhkan dan apa yang dikatakan Pak Kajari, tadi sama dengan perkataan Kajari bulan lalu,” ujar Syaiful Bahri seusai ditemui Kajari Situbondo.

Syaiful menjelaskan, aksi ini dilakukan untuk meminta penetapan tersangka. “Ini yang kami butuhkan hearing dengan Kajari. Jika kita bicara tahapan, pemanggilan saksi, saksinya kurang atau ahli belum diperiksa dan kerugian negaranya belum dipastikan berupa kerugian nomonalnya. Kita dengar tadi tidak ada itu,” kata Syaiful.

Saat ditanya apa aksinya akan terus bertahan, aktivis asal Desa Tenggir ini menegaskan akan bertahan sampai ada kejelasan penetapan tersangkanya. “Kita akan bertahan, karena kita tidak mendapatkan jawaban. Kecuali ada yang memberikan jawaban kepada kami,” tegasnya.

Dikonformasi terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Situbondo, Nauli Rahim Siregar, mengatakan bahwa tuntutan massa sangat wajar dan pihaknya sangat terapresiasi terhadap kedatangan Imsak yang datang memberi dukungan. “Saya rasa ini dukungan yang positif bagi kami dalam proses penegakan hukum,” ujar Kajari Nauli.

Dirinya juga menjelaskan, sejauh ini masih dalam proses untuk menentukan tersangka sesuai tahapan. “Kita tidak bisa bekerja sendiri, karena ada yang harus dikoordinasikan dengan pihak terkait,” jelasnya.

Dikatakan, prosesnya masih tarap wajar dan tidak ada kendala, namun jika masyarakat menghendaki prosesnya akan dipercepat. “Kalau masyarakat minta dipercepat, ya kita percepat. Pasti ini muaranya nanti di pengadilan,” ujarnya.

Massa akhirnya membubarkan diri sembari mengancam akan berunjuk rasa dalam dua hari ini dengan jumlah massa yang lebih banyak. (her/gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.