Berita Nasional

Kemenko Polkam RI Ajak Ormas Malang Raya Jaga Demokrasi dan Stabilitas Nasional

Diterbitkan

-

SARASEHAN: Momen foto bersama dalam kegiatan Sarasehan Penguatan Kebebasan Masyarakat Sipil dengan mengajak para Organisasi Masyarakat Malang Raya. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) RI, menggelar Sarasehan Penguatan Kebebasan Masyarakat Sipil dengan mengajak para Organisasi Masyarakat (Ormas) Malang Raya, di salah satu hotel Kota Malang, Kamis (02/10/2025) tadi. Kegiatan tersebut dilakukan, untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan berdemokrasi dengan stabilitas nasional.

Asisten Deputi Organisasi Kemasyarakatan pada Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polkam, Arudji Anwar, menyampaikan bahwa masyarakat dijamin menggunakan hak berdemokrasi, berekspresi, berserikat dan berkumpul sesuai amanat UUD 1945 Pasal 28. Termasuk juga sesuai dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Namun, kebebasan itu harus dijalankan secara bertanggung jawab. Demokrasi boleh berjalan, tetapi stabilitas nasional tetap wajib terjaga,” ucap Arudji.

Menurutnya, Kemenko Polkam juga terus melakukan safari konsolidasi di sejumlah daerah. Seperti sebelumnya, telah dilakukan di Makassar, kemudian Jawa Tengah dan kini di Jawa Timur.

Advertisement

“Khususnya Malang Raya ini menjadi barometer. Meski Agustus lalu ada gejolak di beberapa wilayah, alhamdulillah Malang Raya tetap aman dan kondusif,” tambahnya.

Baca juga :

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Jatim, Eddy Supriyanto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat penting untuk dilakukan. Karena sebagai bentuk konsolidasi pemerintah pusat dengan provinsi, kabupaten/kota dan masyarakat, khususnya ormas.

“Di Indonesia ada sekitar 400 ribu Ormas. Di Jawa Timur sendiri ada 1.300 Ormas tingkat provinsi dan sekitar 13 ribu di kabupaten/kota. Ormas sendiri juga punya peran besar sebagai mitra pemerintah menjaga kondusifitas, kerukunan, dan pembangunan,” kata Eddy.

Advertisement

Dikatakan Eddy, bahwa ada evaluasi pasca terjadinya kericuhan pada akhir Agustus lalu, yakni mengajarkan pentingnya pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan sejak dini, mulai SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi dan pesantren. Selain itu, peran Ormas diperlukan agar bisa peduli dan proaktif mengantisipasi isu yang berpotensi menimbulkan kerusuhan.

“Kalau ada informasi yang bisa memicu konflik, segera konfirmasi ke aparat keamanan. Tujuannya agar bisa dicegah sejak dini. Kita rangkul kelompok yang ingin memecah belah bangsa. Mari kita jaga Indonesia, Jawa Timur, juga Kota Malang, agar tetap kondusif. Termasuk dengan bijak menggunakan media sosial,” imbuh Eddy. (rsy/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas