Kota Malang

Kunjungan Wisatawan Meningkat, Parkir Wisatawan Kayutangan Heritage Bidik Gedung MPP

Diterbitkan

-

Memontum Kota Malang – Penataan secara bersinambung terus dilakukan dalam mendukung keberadaan Kayutangan Heritage Kota Malang. Salah satunya, seperti yang tengah disiapkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang.

Yaitu, dengan menyiapkan opsi lahan parkir bagi para wisatawan yang terus meningkat dan akan berkunjung ke Kayutangan Heritage, dengan memanfaatkan Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Merdeka, yang berlokasi di Jalan Merdeka Timur, Kota Malang. Tentunya, rencana penataan lahan parkir tersebut juga tidak lepas dari kebijakan dan konsistensi yang telah dilakukan oleh Wali Kota Malang, Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan jika dalam perencanaan tersebut, tentunya masih akan bekerjasama dengan dinas terkait. Yakni, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang dan Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTPSP) Kota Malang.

“Kami di Dishub Kota Malang sudah melakukan identifikasi dan kalau identifikasi itu artinya bukan suatu hal yang pasti diwujudkan. Namun, sangat dimungkinkan kalau MPP dijadikan lahan parkir untuk di area Kayutangan Heritage tersebut,” ujar Widjaja, Selasa (19/09/2023) tadi.

Advertisement

Walaupun mengenai teknis nantinya masih dibutuhkan kajian, ujarnya, namun pihaknya berharap hal tersebut nantinya bisa diwujudkan. Terlebih, niat baik dari Pemkot Malang adalah untuk melayani masyarakat Kota Malang.

Baca Juga :

“Kitakan masih terbatas sekali untuk lahan parkir yang disediakan oleh pemerintah daerah, yang tidak menggunakan badan jalan. Ini juga keterbatasan. Sehingga, saya juga minta tolong pada masyarakat itu menjadi pelaku usaha khusus menyediakan lahan parkir. Itu, tentu sangat kita perbolehkan,” katanya.

Kemudian, ditambahkannya jika di dalam penataan lahan parkir tentu tidak semudah membalikkan tangan. Apalagi di kawasan Kayutangan Heritage sendiri, ketika dibangun tidak memiliki garis sempadan sama sekali.

Advertisement

“Sambil berjalan, kami tentunya sudah siapkan strateginya. Diantaranya, lahan parkir yang mudah-mudahan di tahun 2024, bisa terwujud dan bisa mengoptimalkan lahan parkir bertingkat di belakang Mal MOG. Tentu itu dalam rangka untuk memenuhi ruang parkir di Kota Malang,” ucapnya.

Sementara itu, dalam konteks rencana pengalihfungsian bangunan Mal Ramayana di tahun 2024 nanti, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang, Subkhan, merencanakan jika akan menambah lahan parkir di Mal tersebut. “Kita tahu lahan parkir di Kota Malang, ini masih kurang. Kemudian juga untuk mencari lahan parkir, butuh pengadaan dari dinas terkait. Ini juga nanti kami sampaikan dahulu ke pihak Ramayana bahwa ada rencana seperti itu,” tutur Subkhan.

Karenanya, tahapan demi tahapan akan dilakukan. Termasuk, menginformasikan atau sosialisasi dengan pihak Ramayana atau penyewa. Dengan harapan, semua bisa saling memahami. (hms/rsy/sit)

Advertisement
Advertisement
Lewat ke baris perkakas