Connect with us

Kota Malang

Kyokushin Open Tournament 2022, Perebutkan Piala Danlantamal V Surabaya

Diterbitkan

||

Kyokushin Open Tournament 2022, Perebutkan Piala Danlantamal V Surabaya

Memontum Kota Malang – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menggelar kejuaraan bela diri Kyokushin Open Tournament 2022 di GOR Oentoro Koesmardjo Lanal Malang, Minggu (04/09/2022). Event Kejuaraan yang bertajuk Fight Of Knight Kyokushin Open Tournament Piala Danlantamal V ini menghadirkan 75 atlet dari beberapa perguruan bela diri di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri langsung oleh Komandan Lantamal (Danlantamal) V Surabaya, Laksamana Pertama TNI Supardi, Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Danseskoal), Laksamana Muda TNI Yoos Suryono Hadi dan Komandan Lanal (Danlanal) Malang, Kolonel Laut (KH/W) Dewi Lestari.

Danlantamal V Surabaya, Laksamana Pertama TNI Supardi mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai rangkaian dari HUT ke-77 TNI AL. “Saat ini pembukaan diteruskan dengan pertandingan. Harapan TNI AL dapat menghasilkan bibit-bibit unggul para atlet beladiri yang memiliki potensi tinggi dan berprestasi. Ke depan sebagai modal kegiatan olahraga tingkat nasional maupun internasional,” ujar Laksamana Pertama TNI Supardi.

Pihaknya mengapresiasi para atlet yang telah mempersiapkan diri dengan baik. “Bahwa ini adalah pertandingan bela diri full body contact. Kami mengapresiasi para atlet yang bertanding ini. Karena para atlet, telah mempersiapkan diri dengan latihan yang keras.Para atlet ini adalah orang teruji yang mempunyai nyali tinggi,” ujarnya.

Baca juga :

Karena ini adalah pertandingan bela diri full body contact, pihaknya sudah mempersiapkan segala sesuatunya. “Kami juga telah melakukan pengecekan kesehatan kepada para atlet. Sehingga para atlet yang bertanding ini, telah memenuhi syarat baik secara medis dan aturan yang berlaku,” jelasnya.

Salah satu sensei perguruan bela diri Kyokushin yang hadir dalam pertandingan, Charlie mengungkapkan bahwa bela diri Kyokushin adalah bela diri yang dilakukan full body contact atau bertanding saling kontak langsung. Dalam pertandingan, para atlet tidak memakai pelindung apapun, dan hanya memakai pelindung yang terpasang di beberapa titik vital tubuh.

“Dalam aturannya, tidak boleh melakukan grabbing atau memegang baju lawan, tidak diperkenankan sliding atau tendangan menyapu, mendorong lawan dan pukulan di punggung tidak diperkenankan. Untuk tendangan boleh mengenai kepala, pukulan juga diperbolehkan di bagian dada, tetapi tidak boleh memukul area leher ke atas,” urainya. (gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *