SEKITAR KITA
Makaryo Ning Deso Masaran Trenggalek, Ketua TP PKK Ajak Masyarakat Manfaatkan Medsos untuk Berjualan

Memontum Trenggalek – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Trenggalek, Novita Hardiny, Makaryo Ning Desa Hebat (Mening Deh) di Desa Masaran, Kecamatan Bendungan, Selasa (28/03/2023) tadi. Selain menyapa warganya, istri bupati ini juga mengajak pelaku UMKM di wilayah tersebut untuk dapat memanfaatkan media sosial (Medsos) sebagai media pemasaran digital guna meningkatkan penjualan secara optimal.
“Jadi, pemasaran sebuah produk ini menjadi sebuah permasalahan yang kerap dijumpai oleh para pelaku UMKM. Masyarakat bisa membuat sebuah produk, namun kadang kala masih kebingungan bagaimana agar dapat menjualnya,” kata Novita.
Untuk itu, terangnya, jika kehadiran metode pemasaran digital bisa menjadi solusi efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Terlebih, setiap orang pasti memiliki media sosial (medsos). Dengan memanfaatkan medsos ini, tentunya akan mempermudah para pelaku UMKM untuk memasarkan produknya.
Baca juga:
- Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027
- Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon
- Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional
- Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian
- Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan
“Misalnya yang punya facebook, jangan hanya dipakai untuk swafoto. Jadi, ayo gunakan Medsos facebook instagram untuk menjual produk kita masing-masing,” imbuhnya.
Dijelaskan Novita, teknologi informasi yang kini hampir menjangkau seluruh lapisan masyarakat, diharapkan olehnya bisa ikut dimanfaatkan untuk meningkatkan penjualan produk umkm secara optimal. Pelaku UMKM bisa memasarkan produknya baik melalui e-commerce maupun media sosial.
“Ayo, sekarang kita belajar memasarkan jualan dari rumah, tapi kita bisa menguasai pasar di Indonesia. Karena kalau kita belajar teknologi, e-commerce sebutannya maka anda semua bisa berjualan ke pasar yang lebih luas dan tidak hanya di Trenggalek saja,” jelas ibu tiga anak ini.
Melalui media sosial, paparnya, pengusaha bisa memantau bagaimana kompetitor melakukan promosi, penjualan, berinteraksi dan lainnya. Media sosial juga bisa memiliki fungsi sebagai branding dan itu merupakan aktivitas pencitraan yang dilakukan agar sebuah merek terlihat berbeda dari merek lain.
“Selain itu, Medsos menjadi cara promosi paling mudah dan murah, karena bisa hanya bermodalkan dengan internet dan kemampuan marketing yang baik. Bahkan, pengusaha tidak perlu repot-repot membuat brosur untuk melakukan promosi. Medsos juga bisa menjangkau calon konsumen yang jauh lebih luas dan juga cepat,” ujarnya.
Masih menurut Novita, meningkatkan penjualan dengan promosi melalui Medsos, secara viral juga bisa langsung dilihat konsumen. Tentunya akan lebih memudahkan para pelaku UMKM dalam menarik konsumen baru.
“Harapannya dengan promosi produk melalui media sosial dengan suatu usaha yang konsisten akan mampu meningkatkan penjualan produk. Selain itu pangsa pasar yang begitu luas pun akan berhasil diraih jika pelaku UMKM terus meningkatkan kualitasnya. Jadi promosi melalui media sosial tidak hanya akan menggaet konsumen lokal, namun juga bisa menggaet konsumen luar negeri,” papar Novita. (mil/sit)
















