Connect with us

Pendidikan

MAN 1 Kota Probolinggo Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri

Diterbitkan

||

MAN 1 Kota Probolinggo Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri

Memontum Probolinggo – Setelah menerima penghargaan Adiwiyata tingkat SD dan SMP, pada Desember lalu, giliran MAN 1 Kota Probolinggo mendapatkan penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri tahun 2021, Rabu (26/01/2022). Bertempat di rumah dinas wali kota, penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah, drg Ninik Ira Wibawati, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Setyorini Sayekti, sejumlah kepala perangkat daerah terkait, serta tim pembina Adiwiyata Kota Probolinggo.

Selain penghargaan sekolah Adiwiyata, Pemerintah Kota Probolinggo juga mendapatkan Penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Kategori Utama melalui Kelurahan Jrebeng Kidul dan Ketapang. Kedua penghargaan tersebut, merupakan salah satu program besutan Kementerian Lingkugan Hidup dan Kehutanan. Proklim sendiri  diberikan kepada kelurahan atau desa yang aktif melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara terintegrasi. Sehingga, dapat memberikan kontribusi terhadap upaya Pegendalian Perubahan Iklim.

Sekda Ninik mengatakan, bahwa penghargaan ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri karena untuk mencapai sekolah adiwiyata kategori mandiri cukup susah, melalui tahapan-tahapan yang panjang dan butuh 3 kali pengajuan untuk MAN 1 mendapat predikat tersebut.

“Harapan saya, supaya sekolah-sekolah lain dapat mereplikasi program ini. Sehingga, dapat mendukung Kota Probolinggo untuk mendapatkan lingkungan yang lebih sehat, lebih bersih dan bagus, udara lebih segar dengan minimal polusi. Begitu juga dengan kelurahan-kelurahan yang lain, semoga lebih banyak kelurahan yang ikut program ini. Yang paling penting pemberdayaan dan peran serta warga sekolah dan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Baca juga :

Selaras dengan Sekda Ninik, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Rachmadeta Antariksa, mengungkapkan bahwa untuk mendapatkan penghargaan ini tidak mudah, maka perlu usaha lagi untuk mempertahankannya.

“Acara ini bukan semata pemberian penghargaan tapi komitmen semua pihak untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitarnya. Karena apabila komitmennya kurang, lingkungan kurang terawat, maka penghargaan ini bisa dicabut. Selama pandemi, penilaian tetap dilakukan oleh tim penilai melalui aplikasi zoom. Jadi setiap tahun pasti ada penilaian untuk ini,” jelas Deta, panggilan akrabnya.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Kota Probolinggo, Siti Fatimah, menyampaikan bahwa penghargaan ini didapat atas kerjasama dan totalitas siswa, guru, komite, dan stakeholder serta kelurga besar MAN 1. “Kami juga melakukan pembinaan dengan DLH dan tim pembina Adiwiyata. Selain itu, budaya hidup bersih dan sehat diimplementasikan langsung kepada siswa. Contoh nyata di sekolah yaitu kami mengarahkan siswa untuk membuang sampah di tempatnya, mengelola sampah dengan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle), kami juga ada kebun sendiri untuk Toga, tanaman hias, tanaman lindung yang juga bisa dimanfaatkan untuk praktek pembelajaran penelitian dan produksi sendiri. Kami juga menggelar bakti sosial ke masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, jadi ini merupakan kompleksitas dari kesemuanya,” papar Siti Fatimah. (kom/pix/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.