Connect with us

Pemerintahan

Panen Padi Calon Varietas Unggul Baru, Bupati Situbondo Ceritakan Rencana Uji Coba Akhir Sebelum Diproduksi Massal

Diterbitkan

||

Panen Padi Calon Varietas Unggul Baru, Bupati Situbondo Ceritakan Rencana Uji Coba Akhir Sebelum Diproduksi Massal

Memontum Situbondo – Bibit Varietas Unggul Baru (VUB) Padi BK Situbondo, telah memasuki uji coba tahap ke dua. Itu artinya, bibit padi yang akan dikembangkan tersebut, tinggal satu kali masa uji coba sebelum akhirnya nanti diproduksi secara massal.

Dalam uji coba ke tiga nantinya, VUB Padi BK Situbondo, akan ditanam di rumah kaca yang diberi hama dan penyakit. Bila itu berhasil, maka sudah bisa diproduksi secara massal.

Bupati Situbondo, Karna Suswandi, mengatakan bahwa dalam uji coba ke dua ini VUB Padi BK Situbondo ditanam di empat lokasi. “Yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Untuk di Jatim, ada di Situbondo, Blitar, Malang, serta Bojonegoro,” ujarnya seusai memanen VUB Padi BK Situbondo di Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Senin (01/08/2022) tadi.

Lebih lanjut Bung Karna-sapaannya menjelaskan, sejauh ini VUB Padi BK Situbondo bisa tumbuh dengan baik. “Seperti di Desa Gelung sendiri, kami uji coba di 10 galur,” imbuhnya.

Masih menurut Bung Karna, masa panen VUB Padi BK Situbondo, antara 75 sampai 80 hari dari penanaman. Sehingga, nantinya masyarakat bisa menanam sampai hingga empat kali dalam setahun.

Baca juga:

Sementara itu, Perwakilan Tim Pemulia dari Badan Penelitian Pembangunan (Balitbang) Kementan dari Subang, Navisa, menjelaskan VUB Padi BK Situbondo bisa menghasilkan sekitar 9 ton gabah perhektarnya. Keunggulan lainnya dari bibit padi ini, lebih tahan terhadap hama dan penyakit.

“Selain unggul, padi ini juga memiliki hasil yang memuaskan,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, selain Bupati Situbondo, Karna Suswandi, juga hadir Kadispertangan, Haryadi Tejo Laksono, Kadiskominfo, Dadang Aries Bintoro, Asisten 1 Setdakab, Kholil dan Jajaran Balitbangtan dan PPL Dispertangan Situbondo. (her/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.