Connect with us

Kabupaten Malang

Pastikan Ketahanan Pangan, Gubernur Jatim Tinjauan dan Panen Raya Padi bersama Bupati Malang

Diterbitkan

||

Pastikan Ketahanan Pangan, Gubernur Jatim Tinjauan dan Panen Raya Padi bersama Bupati Malang

Memontum Malang – Gubernur Jawa Timur, Khofidah Indar Parawansa, didampingi Bupati Malang, HM Sanusi, melakukan panen raya Padi Hibrida 7,2 Ton per hektar dan Padi Inbrida 11,9 Ton per hektar di Dusun Tanjung, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Kamis (07/04/2022) tadi. Turut hadir mendampingi pelaksanaan itu, Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat, Dandim 0818 Kabupaten Malang-Batu, Letkol Inf Taufik Hidayat, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi, Kajari Kabupaten Malang, Diah Yuliastuti, Rektor Unisma, Prof Maskuri, serta beberapa pihak terkait.

Bupati Malang, HM Sanusi, mengatakan bahwa tempat ini adalah tempat uji coba pertanian yang dikelola oleh kelompok tani. “Peninjauan dan panen ini, nantinya digunakan untuk mencari bibit yang tepat untuk ditanam di Kabupaten Malang,” kata Bupati Sanusi.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, menjelaskan bahwa hari ini isu ketahanan pangan merupakan isu dunia yang harus diantisipasi. “Ketika ketahanan pangan jadi isu dunia, maka warning terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Karena bahan pangan pokok masyarakat Indonesia yaitu beras, maka ketersediaan dan kecukupan beras menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan,” kata Khofifah Indar Parawansa.

Gubernur Jatim itu juga menjelaskan, bahwa hasil produksi padi di Jawa Timur mulai tahun 2020 sampai 2021, merupakan hasil pencapaian tertinggi se Indonesia. “Tahun 2020, produksi padi di Jatim tertinggi se Indonesia. Waktu itu, mencapai 9,9 juta ton gabah kering giling. Sedangkan di tahun 2021, hasil produksi padi mencapai Gabah kering giling 9,74 juta hektar,” imbuh Gubernur Khofifah.

Baca juga :

Gubernur Jatim tersebut juga memaparkan, tujuan utama dirinya datang ke Malang yakni untuk melakukan monitoring berkelanjutan. “Hari ini saya sengaja turun untuk melakukan monitoring, karena perubahan iklim yang terjadi. Seperti halnya puting beliung, cuaca ekstrem, dan lain sebagainya. Karena ini, potensi berdampak pada produksi padi kita. Nantinya, saya juga akan melakukan proses monitoring langsung panen bersama di titik-titik lain,” tambahnya.

Khofifah juga berpesan kepada Bupati Malang dan Gapoktan setempat, untuk sesegera mungkin melakukan percepatan masa tanam padi. “Mumpung masih dapat air, mumpung masih musim hujan. Kalau telat masa tanamnya, pasti akan berdampak pada produksi total dari padi kita,” terangnya.

Khofifah juga mengungkapkan, terima kasih kepada para petani dan Gapoktan yang telah bekerja keras dalam merawat kebutuhan pangan masyarakat. “Tetap semangat bapak ibu sekalian, karena dari Bumi Mojopahit Jawa Timur ini kita harus menyuplai ke 16 provinsi di Indonesia Bagian Timur yang hampir 80 persen logistikmya dari Jawa Timur,” terangnya. (cw1/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.