Pemerintahan
Pastikan Proyek Sesuai Spesifikasi, Bupati Situbondo Hujamkan Kapak Besi ke Bangunan Proyek

Memontum Situbondo – Bupati Situbondo, Karna Suswandi, kembali melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap proyek pembangunan infrastruktur di Situbondo, Jumat (10/12/2021). Beberapa proyek yang menjadi jujugan, ada di tiga titik, yang masing-masing adalah rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Sekarputih, Kecamatan Banyuputih, pembangunan Gedung SMPN 1 Asembagus dan pemeliharaan rutin saluran irigasi di Kecamatan Jangkar.
Bupati Karna mengatakan, bahwa tujuan dari kegiatan tersebut, yakni untuk memastikan pengerjaan ketiga proyek itu sesuai spesifikasi. Sehingga, umur atau usia bangunan menjadi panjang atau tidak cepat hancur.
“Sehingga, proyek-proyek ini bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat dalam kurun waktu yang panjang. Sekaligus, pemerintah daerah bisa melakukan efisiensi anggaran,” kata Bupati Karna.
Baca juga
- Gubernur Jatim Tinjau Gelaran Pasar Murah di Banyuwangi
- Bupati Malang Terima Kunjungan Kapolresta Malang di Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan di Gate 13
- Anggota Satgas TMMD Kediri Beri Materi Wawasan Kebangsaan untuk Siswa MI Al-Munir
- Gubernur Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp 5,26 Miliar untuk Masyarakat Banyuwangi
- PBB 2026 Kota Malang Resmi Dibuka, Tak Ada Kenaikan dan Pembayaran Kian Praktis
Lebih lanjut pria asal Desa Curahtatal ini mengungkapkan, dari hasil Sidak yang dilakukan, dirinya belum menemukan kejanggalan dalam pengerjaan proyek. Sehingga, dapat dipastikan kualifikasi bahan bangunan sudah sesuai spesifikasi.
“Tadi saya sempatkan diri, untuk menghujamkan kapak besi hingga beberapa kali ke plengsengan jaringan irigasi di Sekarputih. Alhamdulilah, proyek (plengseng, red) tidak bergeming. Itu menandakan, kualitasnya bagus,” tegasnya
Untuk itu, pria yang akrab disapa Bung Karna ini berharap, kepada masyarakat setempat agar menjaga proyek infrastruktur tersebut. Sehingga, manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu yang lama.
“Seperti pemeliharaan rutin saluran irigasi di Kecamatan Jangkar. Ini mampu mengairi lahan pertanian warga sekitar 69 hektar,” paparnya.
Mantan Kadis PUPR Lumajang itu mengaku optimis, bahwa kedepannya kualitas pengerjaan proyek infrastruktur di Kota Santri Pancasila, bisa semakin baik. “Ketika kualitas pengerjaan sesuai spesifikasi, maka akan memperpanjang umur bangunan. Ketika itulah, masyarakatlah yang diuntungkan,” terangnya. (her/sit)
















