Connect with us

Kota Malang

Pelanggan Lowokwaru Dukung Seruan Pergantian Dirut, Dewas Tugu Tirta Sampaikan Kemacetan Air Karena Faktor Alam

Diterbitkan

||

Pelanggan Lowokwaru Dukung Seruan Pergantian Dirut, Dewas Tugu Tirta Sampaikan Kemacetan Air Karena Faktor Alam

Memontum Kota Malang – Seruan pergantian atau pencopotan Direktur Utama (Dirut) PDAM Perumda Tugu Tirta Kota Malang, terus memunculkan reaksi. Setelah sebelumnya pelanggan air di wilayah Kecamatan Kedungkandang hingga Kecamatan Klojen, yang memberikan dukungan, kali ini dukungan serupa muncul dari wilayah Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru.

Kepada Memontum.com, Puspitasari, menyampaikan bahwa dirinya setuju dengan seruan pergantian Dirut Tugu Tirta. Alasannya, permasalahan air yang menjadi kebutuhan masyarakat banyak, terkesan ditanggapi dengan santai dan biasa saja.

“Setuju, kalau Dirut harus diganti. Karena, ini polemik yang serius untuk masyarakat. Tetapi, kesannya justru dibuat biasa aja. Kami juga membayarnya tidak pernah telat, agar tidak diputus. Tetapi nyatanya, malah dibuat seenaknya,” ucapnya, Minggu (18/09/2022) tadi.

Dikatakannya, bahwa seruan ini harus ditindaklanjuti. Apalagi, kemacetan air ini sering terjadi belakangan ini. Bahkan, pihaknya juga sering melaporkan ke Perumda Tugu Tirta Kota Malang, mengenai adanya kebocoran yang terjadi, agar segera ditangani. Namun, pihak PDAM malah menanggapi dengan santai.

“Pernah kami laporan melalui telepon terkait kebocoran air. Namun, berkali-kali tidak ada tanggapan. Hanya nanti-nanti dan tunggu,” lanjutnya.

Karena permasalahan tersebut sering terjadi, bahkan sampai puncaknya di tahun lalu, yang distribusi air di rumahnya bau solar, akhirnya terpaksa juga membuat sumur bor. Pemasangan ini dilakukan, karena menyangkut masalah usahanya sebagai catering.

“Karena saya punya catering, lalu air yang saya masak kena solar, ya astaghfirullah. Rasanya kecewa sekali. Dari situ, akhirnya saya memakai air sumur untuk kebutuhan catering,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Puspitasari, bahwa dengan kejadian air yang sempat mati beberapa pekan ini, untuk tagihan pembayaran tetap sama seperti sebelumnya. Tidak ada pengurangan biaya dalam pembayarannya atau apa pun.

“Adik saya rumahnya kosong dan tidak pernah dicek, tetapi bayarnya tetap banyak. Padahal, rumahnya kosong. Lalu, yang di Kedungkandang atau rumah saudara saya juga seminggu mati, bayarnya tetap,” imbuhnya.

Baca juga :

Sementara itu, anggota Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Muhammand Nur Wahyudi, mengatakan bahwa dengan ramainya masyarakat yang menginginkan pergantian Dirut, apakah nantinya bisa menjamin terselesainya permasalahan yang terjadi. “Jadi begini, apakah setelah ada pergantian Dirut, semua masalah akan selesai begitu saja? Nggak bisa, itu faktor alam,” kata Nur Wahyudi, saat dihubungi terpisah oleh Memontum.com, Minggu (18/09/2022) tadi.

Dijelaskannya, bahwa masalah kemacetan air yang terjadi dan kebocoran pipa, itu diakibatkan karena air baku yang dimiliki kini tidak mencukupi. Karena debit air di beberapa sumber, sudah mulai mengalami penurunan. Kemudian, terkait dengan pipa air, itu karena ada spesifikasinya, sehingga perlu adanya reinvest.

“Salah satu penyebabnya, debit air di beberapa sumber sudah mulai mengalami penurunan. Lalu, kita perlu reinvest terobosan pipa yang sekian tahun itu. Karena, ada batasnya 10 tahun. Biayanya itu, juga cukup besar,” lanjutnya.

Sementara itu, dalam rilis Perumda Tugu Tirta, diperoleh informasi upaya menjaga stabilnya distribusi layanan ke pelanggan, yang salah satunya memaksimalkan operasional pompa. “Kami juga mengatur out flow ke Tandon Mojolangu, sehingga ada tambahan lebih ke Tandon Buring Bawah,” ungkap Direktur Utama Perumda Tugu Tirta, M Nor Muhlas.

Muhlas menambahkan, pihaknya juga melakukan pemasangan pompa tambahan dari Buring Bawah ke arah Buring Tengah dengan kapasitas 20 sampai dengan 40 Lps. “Dipasang secara bertahap dengan pertimbangan jumlah inflow air baku. Lalu tahap berikutnya juga diarahkan dari Buring Tengah ke Buring Atas,” bebernya.

Upaya tersebut dilakukan, katanya, untuk mengcover layanan kepada pelanggan, utamanya yang berada di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Selain itu, Perumda Tugu Tirta saat ini juga mengebut pemasangan pompa 2 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) 2 Sawojajar yang ada di area kantor pusatnya.

“Terus dipercepat, sehingga nanti efektif mengcover layanan area Sawojajar dan sekitarnya,” tambah Muhlas.

Bagaimana dengan area lain di penjuru Kota Malang? Terkait hal itu, Muhlas menjelaskan, bahwa saat ini sudah mulai dijalankan proyek SPAM 3 dengan sejumlah titik yang tersebar. Diantaranya, ada di kawasan Joyoagung, Sumber Juwet Dieng, Terminal Mulyorejo dan daerah Kebonsari.

“Jika semua pengeboran sukses dilakukan, Insyallah akan menambah produksi air baku kita secara signifikan. Ini merupakan bagian dari upaya percepatan layanan air minum 100 persen untuk masyarakat,” paparnya. (rsy/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *