Connect with us

Hukum & Kriminal

Pembantaian Nenek dan Cucu di Karangploso, Polisi Dapati Keterangan Keduanya Sering Cek Cok

Diterbitkan

||

Pembantai Nenek dan Cucu di Karangploso, Polisi Dapati Keterangan Keduanya Sering Cek Cok

Memontum Malang – Kasus pembantaian atau pembunuhan yang terjadi di Dusun Manggisari, Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, hingga Rabu (08/06/2022) tadi, terus didalam petugas Polres Malang.

Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat, menjelaskan bahwa dalam rumah tersebut, hanya dihuni oleh korban pembunuhan yaitu Wurlin, bersama cucunya, M Saifudin. “Rumah itu hanya ditinggali W (Wurlin, red) dan cucunya, MS (M Saifudin, red). Terkadang, seminggu dua kali, suami siri W juga datang. Itu, berlangsung selama lima tahun terakhir,” kata Kapolres Malang, saat di konfirmasi di Mapolres Malang, Rabu (08/06/2022) tadi.

Ditambahkannya, berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan dari salah seorang tetangga korban, diperoleh keterangan bahwa antara Wurlin dan M Saifudin, sering mengalami cek cok. “Ini masih kita dalami. Informasi yang kami dapatkan, sehari sebelumnya, W pernah menyampaikan pesan kepada tetangganya. Bahwa, dirinya sedang mencari MS cucunya dan meminta tolong jika ketemu, untuk segera pulang,” jelasnya.

Baca juga:

AKBP Ferli juga mengatakan, bahwa pihaknya masih akan mendalami kasus tersebut dengan melakukan pemeriksaan kurang lebih 8 hingga 9 orang saksi. “Namun, masih ada satu saksi kunci yang sampai saat ini masih belum bisa kami minta keterangan. Yakni, cucu korban yaitu MS, karena masih dalam perawatan intensif di rumah sakit,” imbuhnya.

Dirinya juga menjelaskan, jika operasi saudara M Saifudin, sudah berjalan lancar di rumah sakit. “Kita berharap, kasus ini segera terungkap. Tetapi sabar dahulu, karena saksi kunci belum diminta keterangan. Operasinya berjalan dengan lancar,  tetapi dari dokter belum memperbolehkan siapapun untuk masuk. Jadi, mohon bersabar dahulu,” terangnya.

Sebagaimana diberitakan, warga Dusun Manggisari, Desa Bocek dibuat heboh dengan dugaan pembantai, Selasa (07/06/2022) kemarin. Dalam kejadian itu, secara tiba-tiba Wurlin ditemukan tidak bernyawa dengan ditutup bantal di lantai rumahnya. Sedangkan cucunya, mengalami luka bacok yang salah satunya di leher dan meminta tolong warga. Hanya saja, dari olah TKP yang dilakukan petugas, di rumah korban tidak ditemukan adanya barang beharga yang hilang. (cw1/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.