Connect with us

Kota Malang

Pemkot Malang Bidik Pengembangan Pembangunan Kawasan Timur Kota

Diterbitkan

||

Pemkot Malang Bidik Pengembangan Pembangunan Kawasan Timur Kota

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, tengah melakukan perencanaan untuk mengembangkan wilayah Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Hal itu dilakukan, untuk meningkatkan pendapatan perkapita serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah Kecamatan Kedungkandang atau kawasan Timur Kota Malang.

Beberapa bangunan penting, pun sudah ada yang berdiri. Seperti exit tol, gedung Islamic Center dan Kampus UMKM Shopee.

Wali Kota Malang, Sutiaji, pun mengatakan bahwa akan memiliki rencana untuk membangun hotel bintang lima, rumah sakit (RS) internasional serta Alun-Alun Kedungkandang. “Ada orang yang tertarik untuk pengembangan wilayah Kedungkandang. Nantinya, akan dilakukan pengembangan hotel berbintang lima, sekalian untuk dua rumah sakit Internasional. Kemarin infonya, ada RS internasional untuk bedah plastic dan satunya RS Ibu dan Anak yang pengembangnya dari Unisma,” ujar Wali Kota Sutiaji, Jumat (27/05/2022) tadi.

Dijelaskan Wali Kota Sutiaji, dengan berdirinya bangunan Islamic Center, nantinya juga menjadi alasan yang bagus untuk semakin melakukan pengembangan kawasan Kedungkandang. Oleh karena itu, terdapat rencana untuk memberikan dukungan kepada Kementerian Agama (Kemenag) terkait pembangunan MAN Terpadu di kawasan tersebut.

Baca juga:

“Terus menerus akan kita bangun infrastruktur, termasuk kami lagi memotret bahwa nanti MAN Terpadu akan kita sisihkan sekian hektar dihibahkan ke Kemenag. Jadi, MAN Terpadu juga di Kedungkandang karena sudah ada Islamic Center,” lanjutnya.

Tidak berhenti sampai di situ, melihat warga Kota Malang yang fashionable dan suka berbelanja, pihaknya akan mengembangakan untuk membangun mal besar. Hal tersebut dilakukan, agar warga Kota Malang tak perlu lagi jauh-jauh berbelanja ke Kota Surabaya yang memiliki pusat perbelanjaan yang lebih besar.

“Untuk meramaikan wilayah sini, nanti kita akan membangun mal. Karena ketika kita datang ke Surabaya, itu pengunjungnya adalah banyak dari orang Malang,” imbuhnya. (hms/cw2/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.