Hukum & Kriminal
Terbawa Arus Sungai Brantas, Gadis Kecil Usia 8 Tahun di Kota Malang Meregang Nyawa

Memontum Kota Malang – Seorang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), AL (8) tahun warga Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, ditemukan terseret arus Sungai Brantas di Jalan Baugenville, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (27/05/2022) sekitar pukul 08.00. Saat ditemukan, tubuh gadis kecil ini masih bisa diselamatkan. Namun sayangnya, korban akhirnya meninggal dalam perawatan di RSSA Malang.
Informasi Memontum.com, bahwa tubuh korban ditemukan di tengah aliran Sungai Brantas perbatasan antara Kecamatan Klojen dengan Kecamatan Lowokwaru. Karena lokasinya perbatasan, kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Lowokwaru. Petugas Polsek Lowokwaru, pun segera mendatangi lokasi kejadian.
“Memang benar, korban ditemukan di Sungai Brantas Jl Baugenville,” ujar Kapolsek Lowokwaru Kompol Suyoto.
Baca juga:
- Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun
- Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan
- 1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa
- Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM
- Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran
Sementara itu, untuk lokasi kejadian awal, korban hanyut masuk di wilayah hukum Polsek Klojen. Pagi itu, sebelumnya saat orang tua korban hendak mengantar sekolah, mendapati AL sudah tidak ada di rumah. Terang saja, orang tuanya langsung panik bersama warga melakukan pencarian menyisir sungai tak jauh dari rumahnya.
Kapolsekta Klojen, Kompol Domingos F Ximenes, mengatakan bahwa orang tua korban yang panik langsung berusaha mencari korban. Korban ditemukan sekitar 100 meter dari titik awal hilang tak jauh dari rumahnya.
“Mengetahui hal tersebut, korban langsung dievakuasi menuju IGD RSSA Malang. Karena saat kali pertama ditemukan, korban masih bernapas,” ujarnya.
Korban akhirnya meninggal dunia dalam perawatan. Pihak keluarga kemudian membuat surat pernyataan dan membawa pulang jenazah korban “Pihak keluarga juga sudah menerima kejadian sebagai musibah,” ujarnya. (gie)
















