Sidoarjo
Pemuda NTT Bentrok Lawan Warga Tambaksawah, Motor Dijeburkan Sungai

“Tetap kami selidiki kasus ini. Siapa yang membawa senjata tajam dan melakukan penganiayaan itu harus jelas,” katanya.
Sementara salah satu pemuda NTT, Hendrik mengaku dirinya tadi tidak tahu pemicu bentrokan itu. Dirinya mengaku kaget saat datang dan berkumpul di lokasi, ada massa berkerumunan datang menuju rumah H Tamyis dan menganiaya teman-temannya itu.
“Kami datang kesini (Tambaksawah) karena setiap malam Minggu, teman-teman NTT dari Sidoarjo dan Surabaya berkumpul,” ucap pemuda yang tinggal di Surabaya ini.
Sementara para pemuda asal NTT yang sebelumnya kos di Tambaksawah, dievakuasi di Polsek Waru. Mereka didata petugas. Setelah selesai didata, mereka beristirahat di ruang tunggu Polsek Waru dan tidur-tiduran di atas lantai depan pintu masuk.
“Kami masih memeriksa para saksi dan mendata semuanya dulu. Kami juga menunggu keterangan pemilik kos yakni H Tamyis karena tahu permasalahan utamanya,” papar Kompol M Fathoni.
Selain itu, Fathoni mengaku bakal berkoordinasi dan memediasi pihak yang berselisih. Yakni antara pemilik kos dan para pemuda NTT serta warga agar kasus ini tidak berlanjut.
“Kalau mediasi gagal, untuk sementara para pemuda yang sebelumnya kos di rumah Tamyis tetap di Polsek Waru sambil mencari tempat kos baru. Sedangkan para pemuda yang tinggal di luar Tambaksawah, akan pulang ke kosnya masing-masing,” ungkapnya.
Sedangkan belasan motor para pemuda NTT yang ada di Jalan Blambangan l Tambaksawah yang ditinggalkan para pemiliknya menjadi sasaran amarah warga setempat. Belasan motor yang ditinggal lari para pemuda NTT saat menyelamatkan diri, dilemparkan warga ke saluran air (sungai) desa setempat. Motor-motor itu tergeletak di saluran air sampai bertumpuk-tumpuk.
Tumpukan motor di sungai ini, mengundang perhatian warga setempat dan para pengguna jalan yang melintas di Tambaksawah. Hingga kini, di Desa Tambaksawah masih menjadi perhatian petugas Raimas (pengurai massa) Satuan Sabhara Polresta Sidoarjo. Mereka berjaga khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. (Wan/yan)
















