Kabar Desa
Pendapatan PKL Selama PPKM Darurat Kian Merosot

Memontum Probolinggo – Pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga tanggal 25 Juli mendatang, membuat sejumlah pedagang kecil kian khawatir.
Maklum, selama PPKM Darurat berjalan dan berakhir hingga 20 Juli lalu, pendapatan pedagang sudah menurun drastis.
Baca juga:
- 6 Kali Beraksi di Kedungkandang, Residivis Curanmor Kota Malang Berhasil Dibekuk
- Jaringan Narkoba Kota Malang Dibekuk, 1 Kg 338,25 Gram Sabu Berhasil Diamankan
- Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Dituntut 3 Tahun 10 Bulan
Seperti diungkapkan seorang penjual makanan, Samsudin, mengaku akhir-akhir ini dagangannya semakin sepi. Dirinya mengatakan, sejak PPKM Darurat diberlakukan penjualan sangat menurun
“Saya berjualan makanan dan minuman setiap hari di Alun-Alun, tapi sejak ada PPKM Darurat penjualan menurun drastis. Memang sepi, keadaannya lagi begini,” katanya, Kamis (22/07).
Bahkan, Samsudin mengeluh, bahwa seminggu ke belakang kondisi penjualan semakin parah. Hal tersebut tentunya sangat berpengaruh pada omzet yang didapat. Adapun keuntungan yang dia dapat sangat minim.
“Seminggu terakhir ini penjualan tambah parah. Omzet saya juga menurun sejak adanya PPKM. Boro-boro keuntungan, paling banter Cuma dapat Rp 10.000,” ujar Samsudin.
Lanjutnya, perhatian dari pemerintah sangat diharapkan pada situasi saat ini. Lalu, dia juga berharap bahwa kondisi akan segera membaik.
“Ya, saya sudah dapat bantuan berupa sembako Alhamdulillah. Mudah-mudahan pandemi cepat selesai, biar seperti semula lagi,” ucapnya. (geo/ed2)
















