Connect with us

Hukum & Kriminal

Polresta Malang Gelar Rakor Persiapan Rekor MURI Membatik Ciprat 500 Disabilitas

Diterbitkan

||

Polresta Malang Gelar Rakor Persiapan Rekor MURI Membatik Ciprat 500 Disabilitas

Memontum Kota Malang – Polresta Malang Kota bersama Kodim 0833 dan Pemkot Malang, menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Ballroom Sanika Satyawada Polresta Malang Kota, Rabu (28/09/2022) tadi. Rakor tersebut, untuk persiapan agenda ‘Pemecahan Rekor MURI Membatik Ciprat Sepanjang 500 Meter oleh 500 Disabalitas’ yang akan diselenggarakan mengitari Alun-alun Tugu Kota Malang, Minggu (02/10/2022) lusa.

Agenda ini diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan Hari Batik Nasional, HUT ke-77 Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia. Sebelumnya, agenda ini diinisiasi oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Dandim 0833, Letkol Kav Heru Wibowo Sofa mengatakan persiapan kegiatan ini telah mendekati 95 persen. “Untuk kekurangan akan kami penuhi saat eksekusi di lapangan nanti. Dari hasil rapat ini semua kami nyatakan siap sampai 95 persen. Sebanyak 594 masyarakat difabel telah terdaftar sebagai peserta. Mereka terdiri dari masyarakat Malang Raya, Blitar Raya dan Pasuruan,” ujar Dandim.

Baca juga :

Para peserta terbagi menjadi empat kelompok besar yang akan berbaur dari beberapa jenis disabilitas yang disandang. Untuk disabilitas yang disandang oleh peserta juga terbagi dalam empat klasifikasi. Yakni Tuna Netra, Tuna Rungu, Tuna Daksa dan Disabilitas Intelektual.

Untuk pelatihan sebelum acara, dirinya menjelaskan sebanyak 200 difabel berikut dengan pendamping telah mengikuti pelatihan batik ciprat di Kodim 0833/Kota Malang pada Minggu (25/09/2022). “Nantinya, mereka yang telah mengikuti pelatihan akan mengajari kepada disabilitas lainnya. Dalam pemecahan Rekor MURI ini semua peralatan telah disiapkan oleh pihak panitia,” jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan ke depan bisa menjadi tolok ukur adanya kesetaraan antara difabel dan masyarakat pada umumnya. “Agenda ini agar semakin banyak masyarakat yang lebih peduli dengan rekan-rekan difabel. Selain itu, agenda ini dalam mengangkat kesetaraan dan derajat sesama dalam hidup dan berkehidupan di masyarakat. Agenda ini adalah benefit oriented. Jadi bertujuan untuk memberikan manfaat. Bukan profit oriented, yang bertujuan untuk laba secara ekonomis,” terangnya. (gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.