Politik
Raker bersama OPD, Komisi III DPRD Trenggalek Soroti Jalan Mantab Tak Tembus 80 Persen

Memontum Trenggalek – Meski akan mendapat kucuran dana senilai Rp 56 miliar, namun kondisi infrastruktur jalan di Trenggalek dengan kualifikasi mantab atau standar kualitas jalan dalam kondisi prima, diperkirakan tidak akan mampu mencapai 80 persen. Hal ini, menjadi perhatian Ketua Komisi III DPRD Trenggalek, Wahyudianto.
Disampaikan, bahwa rencana anggaran tahun 2026, tidak mengalami perubahan signifikan dibanding tahun 2025. Sehingga, kondisi jalan dengan klasifikasi mantap masih bertahan di kisaran 66 persen.
“Kitakan tahu, bahwa semua kondisi jalan untuk klasifikasi mantab sekarang mencapai 66,89 persen. Meskipun ada kemungkinan kenaikan di APBD Perubahan nanti. Namun, pada dasarnya hampir sama dengan APBD tahun 2025, yaitu ada naik turunnya di masing-masing OPD,” ungkapnya, Jumat (08/08/2025) tadi.
Dirinya menegaskan, infrastruktur terutama jalan menjadi sektor utama yang dibahas, namun anggaran yang tersedia masih belum cukup untuk mendorong peningkatan signifikan. Angka tersebut, belum final karena masih ada kemungkinan naik jika kegiatan tambahan di APBD Perubahan (PAK), benar-benar terealisasi. Namun, dirinya tetap menekankan perlunya perencanaan yang matang agar tidak terjadi ketimpangan pemeliharaan.
“Saya tadi sampaikan ke OPD terkait, perencanaan harus sesuai kondisi lapangan. Jangan sampai kita bangun satu titik tapi melewati ruas jalan yang seharusnya juga dipelihara. Selesai di satu tempat, tapi rusak di tempat lain,” terang Yudi.
Baca juga :
Terkait proyeksi akhir tahun 2025, dirinya menyampaikan bahwa target 80 persen jalan mantap masih sulit tercapai. Dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp1,2 triliun untuk mencapai 100 persen jalan mantap, sementara tambahan dana PAK hanya Rp 56 miliar yang notabene berasal dari pinjaman, gapnya masih sangat besar.
“Kalau ingin semua jalan mantap, ya harus siapkan Rp1,2 triliun. Tambahan kita di PAK cuma 56 miliar, jadi masih sangat minim. Itu pun dari dana pinjaman yang sudah disepakati,” imbuhnya.
Menurutnya, kualitas jalan pun sangat dipengaruhi oleh kondisi alam yang tidak bisa diprediksi. Maka, meski hari ini suatu ruas masuk kategori mantap, belum tentu status itu bertahan lama.
“Infrastruktur itu sifatnya berubah-ubah. Bisa saja hari ini mantap, besok rusak karena bencana atau kejadian lain di luar kendali manusia. Jadi angka 80 persen itu berat, untuk dicapai dalam waktu dekat,” papar Yudi.
Selain itu, dirinya juga menyinggung terkait Ruang Terbuka Hijau (RTH), yang juga akan menjadi icon Kabupaten Trenggalek. Pada dasarnya Komisi III mensupport program Bupati soal Net Zero Carbon. Tak kalah penting tentang sampah di lokasi RTH. (mil/sit)














